Yulia Dwi Indriani

Luruskan dan teguhkan niat, maksimalkan ikhtiar, dan sempurnakan tawakal

Page 2 of 6

Kunjungan Humas Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia ke IPB University

Citra IPB University sebagai Kampus Inovasi mendorong Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara (Humas Setneg) Republik Indonesia untuk berkunjung dan bertukar pikiran, pengalaman, dan program-program diseminasi informasi dengan IPB University pada Kamis (18/7) yang diterima oleh Kepala Biro Komunikasi IPB di ruang sidang rektorat Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga Bogor.

Dalam sambutannya Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara, Eddy Cahyono Sugiarto, Ssos, MSi, menyatakan bahwa IPB University dalam kiprahnya telah menunjukkan prestasi kongkrit dalam inovasinya di bidang pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lain-lain. “Kerjasama dengan IPB dalam penggemukan kuda di Istana Cipanas merupakan salah satu kinerja IPB yang kami rasakan manfaatnya. Selain itu pemberian barcode pada tanaman hias di lingkungan istana untuk mengetahui kondisi kesehatan tanaman tersebut juga menjadi inovasi yang menarik dan bermanfaat bagi kami. Kementerian tertarik untuk menggali kerjasama dengan IPB sesuai fokus presiden pada salah satu pilar pengembangan SDM yang unggul menuju Indonesia Maju” ujarnya. Selain bertukar pikiran dan menggali lebih luas inovasi IPB yang dapat dikembangkan bersama, Eddy Cahyono juga didampingi tim Humas Setneg antara lain Faisal Fahmi, SH, MH selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Doni Akbar, SIP selaku Kepala Subbidang Komunikasi Publik, dan tim Humas Setneg lainnya. Dalam pemaparannya disampaikan tentang program kerja kehumasan yang saat ini sedang dilakukan secara berkala ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain Binus University, Universitas Diponegoro, UNS, dan lainnya. Agenda program tersebut adalah mensosialisasikan Program Mantul 4.0 yaitu berupa enrichment program bagi mahasiswauntuk memberikan knowledge baru dan memperkaya wawasan menuju persaingan dunia kerja dalam bentuk kunjungan/studi tour ke Setneg/istana presiden untuk melihat lebih dekat kinerja pemerintah, bisnis proses perundangan, dan lain-lain. Program lain yaitu Internship yang saat ini sudah 9 angkatan (per angkatan 3 bulan diikuti mahasiswa tingkat akhir sebanyak 30-50 orang) untuk memperkaya wacana dan pengetahuan mahasiswa untuk bersaing di persaingan dunia yang semakin pesat. Kementerian Setneg saat ini sedang menggiatkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik, memudahkan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat yang saat ini ada 152 inovasi yang sudah dikembangkan. Diseminasi inovasi ini disebarkan bersama kepada masyarakat luas termasuk mahasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia maju yang dicita-citakan presiden 2020-2024.

Humas Sekretaiat Negara membawa cenderamata berupa buku kumpulan inovasi yang ditulis oleh Humas Setneg dan hal ini disambut baik oleh Kepala Biro Komunikasi Ir Yatri Indah Kusumastuti MS, “Kami sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan Humas Setneg ini dan berterima kasih atas kunjungan ini dan ingin mengetahui lebih jauh dan lebih banyak untuk bekerjasama dengan Humas Sekretariat Negara. Kami juga merasa senang sekali mendapat buku ini karena dari sini juga akan menjadi inspirasi bagi kami yang saat ini sedang mengembangkan inovasi-inovasi bagi kegiatan-kegiatan pertanian dalam arti luas untuk kemajuan bangsa dimasa yang akan datang” ujarnya.

Selain berdiskusi ditampilkan pula produk video dari GreenTV untuk mendiseminasikan inovasi dan keunggulan IPB melalui berbagai rubrik yang telah dirancang dalam green highligt, green fact, dan green expo melalui akun youtube channel GreenTV. Diseminasi informasi inovasi IPB University dalam bentuk video ini merupakan wujud komunikasi efektif yang telah dilakukan IPB University.

Tamu kunjungan diajak berkeliling ruang-ruang display inovasi IPB dan Student Service Center dan diakhir acara tamu kunjungan dibekali dengan berbagai produk inovasi IPB yang telah dikemas secara apik oleh Agribusiness Technology Park (ATP) dan Produk Serambi Botani. (YDI)

Perwalian Online Bagi Dosen dan Mahasiswa IPB University Kini Semakin Mudah

Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital IPB (DSITD) University kembali meluncurkan fitur baru dalam aplikasi IPB Mobile for Lecture dan IPB Mobile for Student. Fitur baru tersebut merupakan layanan perwalian yang merupakan interaksi antara mahasiswa dan dosen melalui satu aplikasi IPB Mobile. Fitur ini direlease pada 8 Juli 2019 untuk melayani pelaksanaan KRS Online mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020.

Direktur DSITD, Ir Julio Adisantoso, MKom menyatakan hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan KRS online mulai dari pengisian dan persetujuan formulir  perwalian (KRS sementara) untuk Dosen dan Mahasiswa. “Sesuai dengan perkembangan teknologi digital dan fleksibilitas dari sivitas akademika IPB, saat ini pengisian perwalian tidak harus membuka komputer atau laptop. IPB Mobile dapat membuat proses perwalian yang dapat dilakukan dimana saja tanpa harus terhambat oleh waktu dan tempat“ jelasnya.

Melalui fitur ini dosen pembimbing/wali akademik akan memberikan persetujuan terhadap matakuliah yang direncanakan pada semester berjalan dengan menggunakan IPB Mobile for Lecturer. Apabila dosen pembimbing tidak setuju dengan mata kuliah yang diajukan pada Formulir Perwalian, maka Dosen pembimbing akan memberikan komentar pada kolom yang telah disediakan untuk ditindaklanjuti oleh mahasiswa. Persetujuan perwalian merupakan syarat dibukanya KRS pada aplikasi akademik  di laman simak.ipb.ac.id. Namun yang perlu diperhatikan oleh para dosen adalah jika dalam waktu 3 hari dosen tidak memberikan respon untuk melakukan persetujuan perwalian, maka secara otomatis sistem yang akan melakukan persetujuan (mengijinkan pembukaan KRS Online mahasiswa). Saat ini form perwalian online diberlakukan hanya untuk mahasiswa Program Sarjana (Semester ≥ 3). Bagi mahasiswa yang belum mempunyai dosen pembimbing/wali  akademik, maka persetujuan dilakukan oleh Ketua Departemen. Beberapa hal-penting yang harus diperhatikan dalam melakukan perwalian online yaitu beban sks maksimum yang dapat diambil sesuai dengan IP semester sebelumnya yaitu maksimal 24 sks. Dapat dilakukan sepanjang kuota mata kuliah tersedia dan jadwal tidak bentrok. Daftar rencana mata kuliah pada form perwalian diharapkan sama dengan KRS, mata kuliah prasyarat bisa diambil pada perwalian ini, walaupun belum lulus atau nilai belum masuk, namun pada saat pengisian KRS jika mata kuliah prasyaratnya belum lulus akan otomatis terblokir oleh sistem.

Untuk memanfaatkan fitur ini Kepala Seksi Data dan Operasional DSITD, Pangudi Citraning Putra, SKomp, MKom menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa bagi sivitas akademik perlu memperbarui aplikasi IPB Mobile ke versi terbaru untuk dapat menggunakan fitur perwalian. “Untuk yang belum pernah menggunakan aplikasi dapat diunduh melalui Google PlayStore dan Apple AppStore kemudian install atau jika sudah pernah mengunduh maka pilih Update, kemudian login dengan akun IPB ID dan pilih menu Perwalian. Selanjutnya akan ditampilkan fitur untuk melakukan pemilihan matakuliah bagi mahasiswa dan bagi dosen dapat langsung menyetujui atau menolak pengajuan matakuliah oleh mahasiswa. Melalui fitur ini setiap dosen akan menerima notifikasi jika ada pengajuan perwalian dari mahasiswa, jadi tunggu apa lagi segera download dan update aplikasi IPB Mobile” pungkasnya. (YDI)

 

Kontribusi IPB University dalam Pembangunan Bogor sebagai Kota Keluarga

IPB Univeristy tidak hanya menargetkan kuantitas dalam publikasi ilmiah, namun juga berupaya mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah para dosen dan mahasiswa. “Saat ini IPB University akan menyeleksi jurnal-jurnal yang ditargetkan untuk Q1 dan Q2 artinya secara konten sudah sangat bagus akan diberikan layanan untuk Enago Academy” demikian disampaikan Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB University Dr. rer. agr. Eva Anggraini, SPi, MSi, dalam acara yang berjudul Author Workshop on Academic Writing and Publishing (1/7) bertempat di Gedung Andi Hakim Nasoetion (AHN), Rektorat IPB University.

Workshop ini diselenggarakan oleh IPB University bekerjasama dengan Enago Academy. Enago Academy sudah bekerjasama dengan IPB selama hampir 2 tahun untuk membantu publikasi ilmiah mulai dari editing makalah, formating, meningkatkan kualitas Bahasa Inggris yang digunakan dalam makalah, mengirimkan naskah ke reviewer dan memfasilitasi tanya jawab dengan reviewer, sampai kepada publikasi makalah ke jurnal internasional yang terindex database jurnal internasional di dunia seperti elsevier, thomson reuter, dll. Nicole Arya menjelaskan tentang Enago Promise “bahwa 100% artikel tidak akan ditolak hanya karena alasan format dan bahasa dan posisi Enago Academy sebagai eklusif partner IPB University akan memberikan harga khusus sesuai kesepakatan dengan IPB” jelasnya.

Workshop ini dihadiri sekitar 300 peserta mencakup dosen, mahasiswa, dan peneliti. Antusiasme peserta dalam acara ini sangat tinggi ditandai dari banyaknya pertanyaan dan apresiasi yang diajukan peserta. Narasumber yang dihadirkan dalam acara ini adalah Prof Michael Prieler, merupakan professor di Hallym University, Korea Selatan, sekaligus juga sebagai dewan editor di beberapa jurnal internasional yang terafiliasi dengan beberapa lembaga publikasi ternama.

Dengan aksen Jermannya beliau menjelaskan materi yang berjudul Introduction to Academic Publishing – Writing, Submission, and Successful Publication pada sesi satu dan How to boost your citation pada sesi 3. Struktur penulisan karya ilmiah pada dasarnya mengikuti format IMRAD dimana karya ilmiah terdiri dari Judul, Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Hasil, Diskusi, dan Bibliografi (Referensi). Judul harus ditampilkan secara spesifik dan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan penelitian. Abstrak harus dapat meyakinkan pembaca untuk tetap membaca artikel sampai tuntas dan memperkenalkan hal-hal penting dalam isi naskah. Pendahuluan juga dapat berupa miniatur artikel, ringkas dan terarah, tertulis tujuan penelitian dan apa bedanya artikel ini dengan artikel lain, serta dapat menjelaskan hasil dan proses penelitian serta dapet menjelaskan alasan dilakukannya penelitian, jika tidak maka editor tidak akan teretarik untuk mereview. Literatur Review terbagi menjadi bagian isi dan kesimpulan, harus dijelaskan secara deskriptif literasi yang dipilih beserta alasannya. Metode menjelaskan teori yang mendukung penelitian, detil koleksi data, protocol untuk mengkoleksi data, detil desain penelitian dan data samplenya jika da, metode komputasi yang digunakan untuk mengelola data dana metode untuk menganalisis data. Hasil/Result harus berisi outcome yang relevan dengan pertanyaan penelitian dalam pendahuluan, data digambarkan dalam grafik, gambar, dan tabel. Kesimpuland disajikan dalam bentuk gambar dan tabel dari data yang diolah, diberi penekanan pada hasil yang paling signifikan dan mendukung hipotesa dari kesimpulan penelitian. Pada bagian Diskusi tujuan penelitian ditegaskan lagi secara jelas dan logis, yangterpenting adalah dapat menunjukkan ide central penelitian. Ingatkan pembaca adanya keterbatasan penelitian, dan akan dikembangkan pada penelitian berikutnya. Kesimpulan harus berisi brief summary lingkup penelitian dari topik penelitian yang dipilih.

Sedangkan pada sesi tiga dijelaskan beberapa langkah strategis kekinian untuk meningkatkan sitasi bagi artikel ilmiah yang akan dipublikasikan yaitu melakukan diseminasi, diskusi, dan track progress. Tips mudah yang didukung teknologi saat ini yaitu dengan menggunakan jejaring sosial media, gunakan jejaring profesor (seperti LinkedIn), upayakan dibuat lebih mudah diakses dan bergabung dalam Open Researcher and Contributor ID (ORCID). ORCID adalah lembaga non-profit, organisasi berbasis masyarakat terbuka untuk menciptakan dan memelihara registri pengenal peneliti yang unik dan metode transparan dalam mengkaitkan kegiatan ilmiah. ORCID (http://orcid.org) mengatasi masalah yang dihadapi author yang sulit dikenali karena kebanyakan nama pribadi tidak unik, perbedaan budaya nama, singkatan dan sistem penulisan. Selain itu peneliti/penulis perlu menjaga konsistensi dalam penamaan dan penulisan nama dan email institusi untuk setiap karya ilmiah yang akan dipublikasikan.

Prof Michael Prieler menambahkan bahwa beberapa alasan artikel ilmiah diterima adalah originalitas ide penelitian, ditulis dengan baik sesuai format dengan menggunakan bahasa inggis dan grammer yang baik dan benar, memiliki manfaat yang sangat luas, dan menerapkan teori yang tepat dan diterapkan dalam penelitian. Sedangkan terjadinya penolakan pada publikasi ilmiah antara lain karena bahasa Inggris yang buruk, design penelitian tidak didukung dengan investigasi, pernyataan masalahnya tidak tepat, metode tidak dideskripsikan dengan baik, hasilnya terlalu berinterprestasi secara berlebihan, data statistik tidak lengkap, datanya membingungkan, kesimpulan tidak didukung oleh data, literasi yang digunakan tidak lengkap, tidak akurat dan bukan penelitian terkini. Prieler menganjurkan untu terus berusaha memperbaiki dan ikuti saran perbaikan dan komentar dari  reviewer. “jangan frustasi dan emosional kepada editor, butuh waktu untuk dibaca kembali dan lakukan perbaikan” tegasnya.

Eva Anggraini berharap menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya IPB University dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah para dosen dan mahasiswa IPB. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan mandat yang diberikan kepada DPIS-IPB yaitu untuk mendorong dosen dan mahasiswa IPB meningkatkan publikasi ilmiahnya. Disamping kegiatan ini, Dr. Eva menjelaskan bahwa DPIS-IPB juga menyelenggarakan program-program lain dalam bentuk capacity building, yaitu: 1) Klinik Publikasi, 2) Pelatihan Penulisan Publikasi Ilmiah (dilaksanakan rutin), dan 3) Kursus Daring. Dr. Eva berharap dosen dan mahasiswa IPB dapat memanfaatkan dengan baik setiap layanan yang disediakan DPIS-IPB. “Saat ini IPB memiliki klinik publikasi yang dapat memberikan support dan layanan untuk mahasiswa dan dosen dalam bentuk diberikan layanan untuk formating manuscript dan language editing jika memang qualified untuk di publikasikan dalam jurnal internasional di posisi Q1 dan Q2”. Klinik publikasi IPB dapat diakses di halaman http://klinikpublikasi.ipb.ac.id/. (YDI)

IPB Berikan Santunan 1.700 Anak Yatim dan Dhuafa

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali memberikan santunan kepada 1.700 anak yatim dan dhuafa usia 6-13 tahun dari 17 Desa/Kelurahan Lingkar Kampus. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan di Masjid Al Hurriyyah Kampus IPB Dramaga Bogor,  Sabtu (25/5).

Rektor IPB, Dr. Arif Satria bersyukur tahun ini jumlah penerima santunan meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu IPB memberi santunan berupa uang dan bingkisan kepada 1.500 anak yatim dan dhuafa. Tahun ini tidak hanya jumlah yatim dan dhuafa yang bertambah namun jumlah santunan pun bertambah nilainya. “Sumber dana kegiatan santunan ini berasal dari infak warga IPB dengan total dana terkumpul hampir 590 juta rupiah,” ujarnya.

Selain sebagai sarana silaturahim dengan warga dari 17 desa/kelurahan binaan IPB, kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi program IPB Social Share untuk masyarakat yang kurang beruntung. Rektor IPB menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan kepedulian IPB untuk terus memberikan manfaat terhadap warga sekitar karena IPB adalah milik warga Bogor dan terlebih milik warga sekitar sebagai bagian dari bentuk komitmen yang besar. “Program ini tidak berhenti sampai disini, IPB akan mengembangkan program pendampingan rumah yatim piatu yang ada disekitar kampus ini” ujarnya. IPB tidak hanya melakukan sekedar kegiatan sosial tapi lebih jauh memiliki tujuan untuk memperkuat aspek kualitas manusianya dengan pola-pola pendidikan alternatif sehingga akan tumbuh sumberdaya manusia yang memiliki karakter dan softskill yang lebih baik. “IPB punya agriananda dan labschool pendidikan karakter, sehingga masyarakat sekitar kampus dapat merasakan pola-pola pendidikan alternatif yang ada di IPB” tambahnya.

Dalam acara ini IPB menghadirkan pendongeng anak-anak Ka Iki Yosan dan mahasiswa IPB yang menampilkan produk inovasi pangan dari bahan ulat hongkong yang diolah menjadi abon siap makan dengan berbagai varian tingkat kepedasan ‘MeFu’ (mealworm furikake) yang merupakan hasil penelitian mahasiswa IPB yang lolos sebagai juara dalam ajang kompetisi nasional bagi mahasiswa. Acara diakhiri dengan pemberian santunan anak yatim dan dhuafa oleh rektor dan seluruh jajaran pimpinan yang hadir. (YDI)

 

IPB Jalin Kerjasama dengan Pemkot Pariaman, PT Riset Perkebunan Nusantara dan Indonesian Japan Business Network

Bertempat di Gedung Mahoni BLST-IPB Taman Kencana Bogor (23/05) dilaksanakan penandatanganan naskah kesepahaman antara IPB dengan mitra yaitu Pemerintah Kota Pariaman, PT Riset Perkebunan Nusantara (PTRPN), dan Indonesian Japan Business Network (IJBN) meliputi kerjasama bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan bidang Tridharma Pendidikan Tinggi. Acara ini dihadiri oleh Walikota Pariaman Dr. Genius Umar beserta jajarannya, Direktur Utama PTRPN Dr. Teguh Wahyudi beserta jajarannya, Ketua Umum IJBN Dr. Suyoto, dan pimpinan IPB meliputi wakil rektor, kepala kantor dan biro, serta undangan lainnya.

Kerjasama IPB dengan Kota Pariaman sudah diinisiasi oleh LPPM IPB dengan telah tersedianya  program Stasiun Agrokreatif (SAT) yang merupakan miniatur inovasi IPB di berbagai lapangan yang telah tersebar dikurang lebih 30 kabupaten dengan berbagai program yang dihasilkan. “IPB masih memiliki banyak inovasi yang dapat dimanfaatkan dengan Kota Pariaman untuk pengembangan daerah”, ujar Rektor IPB Dr. Arif Satria dalam sambutannya. Selain itu disampaikan oleh Rektor IPB bahwa kerjasama IPB dengan PTRPN menjadi pendorong modernisasi perkebunan dengan konsep agromaritim yang telah dikembangkan di beberapa lokasi yaitu PTRPN 5, 7 dan 3 untuk presisi pemupukan menggunakan satelit dan sensor. “Saat ini IPB telah memiliki teknologi yang berbasis pada Artificial Intellegent (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk pendukung penyempurnaan pertanian 4.0 dari hulu sampai hilir. Untuk pemupukan, pestisida dan harvesting sudah ada sehingga kolaborasi dengan PTRPN menjadi sangat penting karena banyak peneliti yang juga alumni IPB disana” tambahnya. Masih terkait dengan pengembangan teknologi 4.0, Rektor IPB menyampaikan bahwa kerjasama IPB dengan IJBN adalah meliputi bidang pengembangan Sidat (belut laut) yang merupakan komoditas yang sangat berharga di Jepang. Pengembangan Sidat ini akan dilakukan di Banyuwangi dengan berbasis teknologi 4.0 dengan memanfaatkan IoT untuk sistem kontrolnya. “hal ini menjadikan IPB memiliki show windows yang dapat ditunjukkan kepada publik sebagai tempat pembelajaran dan sebagai media untuk memberikan pencerahan kepada publik tentang teknologi yang dimiliki IPB” imbuhnya.

Dr Genius Umar yang merupakan alumni IPB menyampaikan ketertarikannya tentang agromaritim yang selaras dengan konsepsi pertanian yang dapat meningkat menjadi agrowisata yang manfaatnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Pariaman. Selain itu kerjasama dengan IPB diharapkan juga dapat mendukung terbentuknya Green City dan pengelolaan sampah yang lebih baik. “saya membawa full tim dinas saya untuk belajar di IPB dan ilmunya diterapkan disana. Prinsip saya bagaimana kita bisa memperbaiki Indonesia dari daerah di pinggirannya telebih dahulu” ujarnya. Sementara itu, Dr. Teguh Wahyudi menyatakan akan selalu mengirimkan staf PT RPN untuk mengikuti pemperoleh pendidikan S2 maupun S3 di IPB sebagai salah satu program peningkatkan kapasitas SDM. “melalui kerjasama IPB dengan PT RPN sangat banyak yang sudah dilakukan, terakhir ini meminta ahli dari IPB dalam tim untuk mengcounter isi-isu negatif tentang kelapa sawit, dan kedepan kerjasama lain juga dalam bidang penelitian dan penggunaan bersama fasilitas riset” imbuh alumni IPB tersebut. IPB menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang digaet IJBN untuk melakukan kolaborasi, hal ini disampaikan ketua Umum IJBN Dr Suyoto, hal ini dilatarbelakangi dengan jumlah alumni Jepang yang cukup banyak dari IPB, selain itu beliau pernah menjadi dosen tamu di Sekolah Bisnis IPB. Membantu kolaborasi bisnis Indonesia Jepang menjadi poin penting dalam agenda penandatangan kerjasama tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan eksport produk Indonesia ke Jepang demikian sebaliknya dalam hal transfer teknologi. “terkait IPB kolaborasi yang akan dilakukan ada 3 hal, yang pertama adalah mengembangkan Sidat (belut laut), kami awalnya muter-muter mencari ahli sidat, ternyata mengerucut pada beberapa nama di IPB. Kami akan fokus pada market dan business development, sedangkan produk dan process development dilakukan oleh IPB” ungkapnya. Sedangkan untuk fokus kolaborasi lainnya adalah dalam hal pertanian berbasis 4.0 dan pengembangan SDM berbasis agroindustri dalam penerapan smart education system yang akan dilakukan dengan Sekolah Bisnis IPB.

Direktur Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB, Dr. Heti Mulyati, S.TP., M.T sebagai fasilitator kegiatan ini berharap agar kerjasama ini bermanfaat dan dapat mendukung IPB dan Indonesia agar lebih maju lagi. “seharusnya ada lima mitra yang melakukan penandatangan naska kesefahaman hari ini namun ada dua mitra yang menundanya yaitu PT Bukit Muria Indonesia dan PT Great Giant Pinapple, namun akan dilakukan dalam waktu dekat dengan kedua mitra tersebut” jelasnya. (YDI)

 

Agrianita IPB Day Gelar Acara Apik Bertajuk Care, Love, and Giving

Acara yang digelar dengan sangat apik disajikan oleh Agrianita IPB dalam peringatan Hari Kartini yang bertempat di Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat (24/04). Mengusung tajuk Agrianita Day Care, Love and Giving ini menyajikan berbagai tampilan meliputi murid PAUD Agriananda dengan tarian kuda lumping sampai Guru Besar IPB dengan atraksi angklung. Pada periode April, Agrianita IPB menyelenggarakan rangkaian kegiatan Lomba Asrama Bersih melalui Program Ibu Asuh Fakultas (14/4), Lomba Masak Nasi Goreng (20/4), Bakti Sosial Penyerahan 1700 Paket Sembako (20/4), Pemeriksaan Kesehatan Kewanitaan (9/4, 23/4) yang diikuti oleh anggota agrianita sebanyak 83% dan masyarakat umum sebanyak 17%.

Selain itu dalam acara ini diumumkan pula para penerima penghargaan Agrianita Awards 2019. Untuk Kategori Program Terbaik I diberikan kepada Program Pelayanan Kesehatan dan Konseling, Program Terbaik II diberikan kepada Program Klub Kreativa Agrianita, Program Terbaik III diberikan kepada Program Wakaf Mukena. Untuk Kategori Pengurus Terbaik diberikan kepada Pengurus Terbaik I Ibu Siti Madanijah, Pengurus Terbaik II Ibu Denok Wisnuwardianti, dan Pengurus Terbaik III Ibu Lina Mayliana. Selain itu penghargaan juga diberikan kepada Kategori Agrianita Fakultas Terbaik yang dimenangkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebagai Agrianita Terbaik I, pada posisi Terbaik II dimenangkan oleh Fakultas Kehutanan, dan Terbaik III Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Ketua Agrianita IPB Ibu Neno Arif Satria menyatakan bahwa penghargaan Agrianita Awards tersebut merupakan penghargaan bagi orang-orang yang sudah memberikan pikiran-pikiran yang brilian dalam menelorkan program terbaiknya dengan spirit Giving Values to The Nation untuk selalu berbagi dan memberikan yang terbaik untuk civitas IPB. “Kita menginginkan Agrianita suatu hari nanti menjadi rujukan kegiatan nasional dan menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak karena program-program yang ditelorkan sungguh luar biasa” tegasnya.

Dalam sambutannya Ketua Agrianita periode 2018-2023 ini juga memaparkan tentang fokus program Agrianita tahun 2019 dan berfokus pada lingkungan dan pemberdayaan baik terhadap perberdayaan perempuan dan mahasiswa. Fokus pertama adalah Program Ibu Asuh Asrama dengan memberdayakan mahasiswa program PPKU yang didampingi oleh Ibu Asuh dari setiap Fakultas. Fokus kedua adalah Program Pengelolaan Sampah yang telah diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Fokus ketiga adalah Program Kewirausahaan dan Pelatihan Mandiri melalui program klub  kreativa IPB dan mengembangkan kegiatan bisnis dan pelatihan sebagai rujukan pelatihan nasional. Fokus keempat adalah Program Pelayanan Kesehatan bekerjasama dengan unit kesehatan IPB agar jangkauan pelayanan kesehatan lebih luas dan lebih baik. Fokus lain yaitu memperbanyak frekuensi pasar murah sebagai bentuk lain dari baksos, pengelolaan kantin sehat dan memiliki Sekretariat Agrianita yang berlokasi di gedung bekas TK Agriananda yang lama. Gedung Sekretariat ini akan menjadi kantor sekretariat bersama dengan Paguyuban Pensiunan dan Warakawuri IPB.

Rektor IPB, Dr. Arif Satria menyatakan bahwa Agrianita menjadi komponen yang sangat penting sebagai mitra IPB untuk berkolaborasi terhadap masalah lingkungan seiring dengan pergeseran peran dari sendiri-sendiri menjadi kolaborasi dan dari berpusat pada pemerintah/pejabat menjadi partisipasi. Agrianita dalam perannya sebagai mitra IPB terbukti efektif dalam setiap program kerja yang dilakukan dalam mensupport kegiatan IPB. “Saya bersyukur karena Agrianita tidak hanya melaksanakan program dengan baik, tapi Agrianita juga pinter cari sponsor sehingga tidak membebani IPB, secara keuangan bagus, kegiatan sangat membantu dan hasilnya sangat bagus sekali, ini menunjukkan Agrianita merupakan mitra yang mandiri dan survive” ujarnya.

Dipenghujung acara diumumkan pula para pemenang untuk lomba Ibu Asuh Asrama Bersih yaitu Juara I dimenangkan oleh Asrama A2 dengan Ibu Asuh dari Fahutan, Juara II Asrama A3 dengan Ibu Asuh FEMA dan Sekolah Vokasi, dan Juara III Asrama C1 dengan Ibu Asuh FMIPA. Sedangkan untuk Juara Cipta Rasa Nasi Goreng Kikkoman, juara I sampai juara III dimenangkan oleh Dian Anggraeni dan Noerhayati Rofiah dari Fapet dengan tema Nasi Goreng Merah Kikkoman, Ida Aunu Rauf dan Dini Yayi dari Faperta dengan tema Nasi Goreng Saus Tiram Pasundan, Nur Prayoto dan Lia dari Faperta dengan tema Nasi Goreng Rempah. (YDI)

Biofarmaka Tropika IPB Mengusung ide Bioinformatika dan Network Pharmacology dalam Serial Workshop

Network Pharmacology dapat memangkas langkah screening pemilihan senyawa bakal jamu menjadi lebih singkat. Keterlibatan komputasi dalam perancangan jamu menjadi faktor yang dirasa sangat penting, hal ini melatarbelakangi penyelenggaraan Serial Workshop Bioinformatika; Network Pharmacology (19-20/03) yang diselenggarakan di di Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Taman Kencana Bogor.

Rudi Heryanto, MSi., seorang pakar Jamu di IPB menyajikan materi berjudul Pendekatan Pengembangan Produk Jamu berbasis pada Konsep Multi Komponen-Multi Target dan Sinergisitas. Pada paparan ini dikupas tentang sifat holistik jamu yang memiliki banyak senyawa akan membentuk protein yang ditargetkan sehingga fungsi dan metabolisme tubuh semakin membaik. Melalui pemanfaatan komputasi dengan pendekatan teori graph dapat dihasilkan model yang memfilter senyawa-senyawa yang paling sesuai dan potensial untuk pengobatan atau pencegahan penyakit tertentu dengan memanfaatkan tools yang secara umum digunakan yaitu cytoscape yaitu sebuah aplikasi open source yang memvisualisasikan hasil analisis jaringan kompleks. Instalasi, eksplorasi dan analisis network pharmacology dengan aplikasi cystoscape pada projek kecil disajikan oleh pembicara berikutnya Husnul Khotimah dari Pusat Studi Biofarmaka.

Departemen Ilmu Komputer dibawah bimbingan Dr Wisnu Ananta telah mengembangkan aplikasi pencarian dan prediksi keterhubungan tanaman herbal dan penyakit menggunakan “IJAH Analytics”. Pada IJAH terdapat tiga fungsi berbeda. Fungsi utama dapat memprediksi hubungan antara tanaman, senyawa, protein dan penyakit. Fungsi ini dapat menerima masukan dari sisi obat, yaitu tanaman atau senyawa ataupun dari sisi target, yaitu protein dan penyakit. Selain itu juga dapat mencari hubungan dengan masukan dari dua sisi, tanaman dan protein, tanaman dan penyakit, senyawa dan protein, senyawa dan penyakit. Menu cluster memiliki fungsi untuk prediksi khusus senyawa dan target. Senyawa pada fungsi cluster dikelompokkan dengan analgesik, antibakteri, dan antiinflammatori. Kemudian hubungan yang dihasilkan hampir sama dengan fungsi utama, namun pada fungsi ini senyawa akan mencari hubungan dengan senyawa herbal terdekat sebelum menghubungkan pada tanaman. Menu synergis melakukan perhitungan sinergisitas dengan masukan berupa nama penyakit. Aplikasi buatan IPB ini dapat diakses melalui browser dan dapat diakses oleh pengguna internet di seluruh dunia beralamat di http://ijah.apps.cs.ipb.ac.id/ dan sudah banyak diakses oleh pengguna internet di seluruh dunia, machine learning menjadi basis metode pengembangan aplikasi tersebut. “IJAH ini sudah mendapat anugerah inovasi dan memiliki hak cipta.  Dan dikembangkan dengan melibatkan 27 orang mahasiswa dari tahun 2013 sampai sekarang ini” jelas Dr Wisnu. Aplikasi ini memberikan kemudahan dan memanjakan pengguna dalam penggunaannya dibandingkan dengan aplikasi lain. Untuk mempertajam network pharmacology dibahas juga teori Graph Mining dan Penerapannya pada Protein-protein interactions (PPI) yang disampaikan oleh Dr. Annisa, SKom., M.Kom. yaitu dosen lulusan Hiroshima University Jepang yang saat ini sudah aktif kembali sebagai staf pengajar di Departemen Ilmu Komputer. Output dari pemanfaatan teori graph mining akan mereduksi proses filtrasi dan mempercepat hasil uji lab. “dalam Graph Mining dasarnya adalah menemukan problem subgraf yang menarik (interesting) dari suatu graf. Motivasinya adalah 1) Menemukan subgraf yang sering muncul, 2) Subgraf dengan karakteristik yang sama dan 3) Subgraf yang memiliki kepadatan yang tinggi” jelasnya. Menurut Annisa Informasi yang ingin diekstrak dalam PPI adalah untuk menemukan protein-protein esensial berdasarkan kriteria atau pola tertentu dalam suatu jejaring interaksi protein dan melakukan pengelompokan protein yang memiliki kesamaan fungsi berdasarkan sekuen asam aminonya.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20 orang peneliti dan dosen dari perguruan tinggi di  Indonesia antara lain dari Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Universitas Indonesia, Stikes Maharani Malang, Departemen Agronomi dan Hortikultur PS PBT IPB, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Program Studi Statistika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Badan Litbang Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan Lamongan,  dan Stikes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Dari kegiatan ini Biofarmaka berharap IJAH Analytics menjadi tools yang dapat digunakan oleh berbagai stakeholder dalam menentukan hasil analisis karena sudah dilengkapi dengan database yang kuat dan lengkap. Harapan kedepan Biofarmaka akan menjadi unit yang menyediakan jasa konsultasi dan pengujian senyawa protein esensial. (YDI)

IPB Menggelar Diskusi Pemilu 2019 dan Deklarasi PTN Paling Informatif

Tahun lalu IPB menerima anugerah sebagai PTN Paling Informatif dari Kemristekdikti, hal ini merupakan komitmen IPB untuk menjalankan UU No 14 Tahun 2008 sebagai induk dari regulasi Keterbukaan Informasi Publik Republik Indonesia. Dengan predikat tersebut Komisi Informasi Pusat menggandeng IPB untuk mengedukasi sivitas dan masyarakat kampus tentang informasi Pemilu yang akan dilangsungkan pada 17 April mendatang. Diskusi Pemilu ini berjudul “Urgensi Keterbukaan Informasi Demi Mewujudkan Pemilu Yang Berkualitas” (11/03) bertempat di Gedung Thoyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian IPB. Dalam sesi pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Institut, Dr. Aceng  IPB menilai acara ini penting untuk dilaksanakan untuk mencegah berkembangnya hoax di lingkungan masyarakat kampus mengingat masih banyaknya yang belum memahami keterkaitan keterbukaan informasi publik dengan pemilu. “kegiatan diskusi yang mengedukasi seperti ini kedepannya akan sangat membantu meningkatkan kualitas pemilu dan agenda-agenda penting lainnya” tegasnya.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai gugus kehumasan, ormawa, mahasiswa dan dosen, serta masyarakat umum. Tema yang disajikan dalam diskusi ini meliputi keterbukaan informasi publik tentang Pemilu yang disampaikan oleh para narasumber yaitu Wafa Patria Umma (Komisioner Komisi Informasi Publik), Biem Triani Benjamin (Komisi I DPR RI), dan Samsudin (Ketua KPU Kota Bogor). “Akses Informasi adalah bagian dari demokrasi yang berkualitas. Jangan golput dan gunakan hak pilih anda, karena hak pilih anda menentukan bangsa kita” demikian closing statement yang disampaikan Wafa Patria Umma dalam pemaparannya. Pemilu Tahun 2019 telah diprediksi 32% dikuasai pemilih milenial menurut hasil survey para narasumber. IPB Darmaga sebagai sumber pemilih milenial kabupaten Bogor telah melakukan pindah pilih tidak kurang dari 7000 mahasiswa. “sedangkan jumlah mahasiswa yang berada di 17 kampus di Kota Bogor termasuk IPB sampai saat ini telah melakukan pindah pilih sebanyak 1800 orang ke Kota Bogor. Permohonan pindah pilih paling akhir adalah tanggal 17 Maret 2018 ke KPPS asal dengan mengisi Formulir A5 dan membawa E-KTP” disampaikan oleh Samsudin, selaku Ketua KPU Kota Bogor. Sesi diskusi di pimpin oleh moderator  Kepala Biro Komunikasi IPB Ir. Yatri Indah Kusumastuti yang menyampaikan bahwa bahwa seluruh informasi publik IPB dapat diakses melalui website PPID IPB di halaman http://ppid.ipb.ac.id sebagai bagian dari penerapan transparansi, akuntabilitas dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam keterbukaan informasi publik.

Hasil klasifikasi monitoring dan evaluasi tahunan Lembaga Komisi Informasi Pusat terhadap PTN di Indonesia ditetapkan IPB sebagai PTN Paling Informatif. “artinya bahwa IPB dalam melaksanakan undang undang keterbukaan informasi publik menurut kami itu baik. Oleh karena itu dalam kerangka acara ini KIP ingin membuktikan goodwill atau niat baik IPB untuk menandatangani deklarasi keterbukaan informasi publik” ujar Gede Narayana selaku Ketua Komisi Informasi Pusat dalam keynote speech-nya. Di akhir acara Rektor IPB Dr. Arif Satria membuktikan kehadirannya dan menandatangani naskah deklarasi keterbukaan informasi tersebut. Naskah tersebut dibacakan terlebih dahulu sebelum ditandatangani. “Deklarasi Keterbukaan Informasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Menyatakan berkomitmen melaksanakan amanah Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan menjadi Kampus Informatif yang selalu berusaha memberikan informasi transparan, akurat serta akuntabel kepada seluruh pemangku kepentingan. Bogor, 11 Maret 2019. Rektor IPB Arif Satria, Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana”. (YDI)

 

Langkah Nyata SV-IPB dalam Pencegahan Perilaku Menyimpang Mahasiswa

Perilaku menyimpang di dunia pendidikan bagaikan fenomena gunung es, jika tidak segera ditangani secara serius akan merugikan dan menciptakan lingkungan yang tidak kondusif. Untuk itu sivitas akademika perlu berperan aktif untuk mencegah perilaku menyimpang pada mahasiswa. Hal ini disampaikan dalam sambutan Ketua Tim Bimbingan dan Konseling Sekolah Vokasi IPB, drh. Henny Endah A, MSc., sebagai penyelenggara acara Seminar Nasional Pencegahan Perilaku Menyimpang pada Mahasiswa (16/2) di IPB International Convention Center.

Acara ini dihadiri oleh 110 orang pendaftar meliputi anggota Tim Bimbingan dan Konseling Sekolah Vokasi IPB, Konselor IPB, mahasiswa, dosen, dan tamu undangan lainnya. Perilaku Menyimpang dalam acara ini dikategorikan dalam tiga (3) topik yaitu penyimpangan seksual (LGBT), penyalahgunaan narkoba dan radikalisme. Hadir sebagai narasumber Prof Euis Sunarti selaku Guru Besar IPB, Drs. Nugraha Setia Budhi selaku Kepala BNN Kabupaten Bogor, dan Irfan Amalee, MA  mewakili Peace Generation Consultant.

Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Arief Darjanto, M.Ec menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata tindak lanjut dari program rektor untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang pada mahasiswa sehingga para konselor dapat mengidentifikasi sedini mungkin dan mengutamakan tindakan preventif dalam menyikapi masalah ini. “IPB harus memberikan lingkungan belajar yang kondusif dan terhindar dari perilaku menyimpang yang kontra produktif” tegasnya. Pernyataan serupa dipertegas kembali oleh Rektor IPB, Dr. Ir. Arif Satria dalam sambutannya yang menyatakan bahwa sikap IPB sangat jelas terhadap perilaku menyimpang karena IPB bertanggung jawab untuk menjaga amanah orang tua dalam menghasilkan lulusan yang memiliki tiga pilar yaitu karakter, softskill dan hardskill yang seimbang dengan proporsi yang sama. “Bimbingan dan Konseling memiliki peran besar dalam menjaga dan memperkuat karakter karena itu menjaga moralitas menjadi sangat penting karena hal ini akan memperkuat karakter”. Menurutnya bahwa bimbingan dan konseling adalah persoalan komunikasi dan kemampuan yang paling penting dalam konseling adalah kemampuan mendengarkan. Lebih lanjut beliau menjelaskan peran IPB sangat besar dalam mencegah penyimpangan seksual dalam konteks makanan yaitu dengan terus mendorong pangan organik. “residu pestisida yang masih sering melekat di sayuran dapat berdampak pada menggerus maskulinitas seseorang” imbuhnya. Menurutnya bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan secara sistemik, komprehensif dan holistik.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof Euis Sunarti menyatakan bahwa kegiatan ini adalah momen yang sangat dinantikannya selama 2 tahun untuk menyampaikan magnitude, identifikasi dan penanganan awal fenomena LGBT terhadap para konselor terkait perilaku menyimpang. “ada kebutuhan bantuan, dukungan untuk mereka-mereka yang terjebak dalam perilaku menyimpang yang tidak tau harus kemana dan bertanya kepada siapa, sehingga ketika ada pihak yang memberi pengaruh buruk maka penyimpangan ini akan semakin jauh bahkan sampai coming out dan merela menjadi LGBT” ujarnya. Menurutnya salah satu teori yang dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling terhadap pelaku menyimpang adalah dengan melakukan terapi neuro plasticity dimana kapasitas otak manusia dapat berubah setelah distimulasi dengan berbagai hal positif secara terus menerus sehingga pada satu titik pelaku homo akan dapat disembuhkan, hal ini merupakan hasil riset yang telah dilakukan para psikolog di Amerika terhadap 200 orang homo yang dapat disembuhkan. “maka bersegeralah karena waktu ini sangat berharga untuk mereka dan kita menentukan dapat menyelamatkan dengan cepat atau tidak, pada dasarnya intinya adalah pencegahan” tegasnya. Dan diakhir pemaparannya beliau menyinggung tentang fasilitas asrama yang perlu ditinjau kembali karena dalam satu ruang dihuni oleh 4 orang sangat mengkhawatirkan.

Untuk menindaklanjuti kegiatan ini panitia penyelenggara seminar akan kembali mensosialisasikan materi pencegahan perilaku menyimpang terhadap seluruh mahasiswa Sekolah Vokasi IPB dalam kegiatan safari konseling yang direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Februari/Maret mendatang. (YDI)

« Older posts Newer posts »

© 2022 Yulia Dwi Indriani

Theme by Anders NorenUp ↑