• Tiga Rahasia Menulis Fiksi Hemingway

    Tiga Rahasia Menulis Fiksi Hemingway

    Ernest ‘Papa’ Hemingway sedari awal melawan ‘gaya rumit’ teknik menulis cerpen abad ke-19. Papa berfokus pada cerita (pesan yang ingin disampaikan) dan menghindari kebingungan pembaca.

    Kalimat yang tidak berkontribusi penting dianggap ‘kotoran’. Harus dibuang.

    Papa memilih kata lugas yang lansung menuju ke titik sasaran. Anda masih ingat dengan novel 6 kata : For Sale; babys shoes. Never worn.

    Lalu bagaimana cara Hemingway menyederhanakan tulisan ?

    1. Kalimat Singkat

    Penulis yang baik berusaha memudahkan pembaca menangkap pesan cerita. Untuk itu Hemingway menyarankan memakai kalimat-kalimat pendek. Kalimat panjang berarti anda memakai tanda koma terlalu banyak.

    Kalimat pendek rata-rata berjumlah 10 kata atau kurang  Pangkas kata sifat dan kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang tanda ‘koma’.

    Contoh sederhana kalimat pendek umumnya berpola S-P-O.

    Mengapa kalimat pendek ?

    Otak manusia punya keterbatasan dalam mencerna kalimat panjang dan lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk kalimat pendek.

    Kalimat majemuk menunjukkan kesulitan penulisnya merumuskan gagasan. –> Click to tweet

    Pembaca tidak peduli seberapa kaya kosa kata anda. Pembaca akan berhenti bila merasa tidak bisa terhubung dengan cerpen anda.

    2. Paragraf Pendek

    Idealnya tiap paragraf hanya berisi satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna informasi.

    Otak manusia menerima informasi yang lebih baik ketika itu dipecah menjadi potongan kecil. –> Click to tweet

    Paragraf pendek tercipta dengan sendirinya bila kita menulis dengan jelas dan mudah dimengerti.

    Paragraf panjang tercipta bila penulis tergoda untuk menunjukkan kepada pembaca, betapa luas pengetahuan yang dimilikinya.

    Cerita pendek Papa terlihat memotong dengan cepat dari satu adegan ke adegan yang lain (sinematik). Ini membuat deskripsi dan narasi minim jatah dalam contoh cerpen Hemingway.

    Papa menghindar memberitahu segala hal yang dia tahu kepada pembaca. Papa memberi tahu kurang dari yang sebenarnya dia tahu. Secara khusus, Papa menggambarkan teknik ini dalam teori ‘gunung es’;

    1/8 fakta-fakta keras melayang di atas air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.

    Papa pada dasarnya menceritakan apa yang tokoh-tokohnya lakukan (adegan) dan katakan (dialog). Bukan apa yang mereka pikir dan rasakan.

    Dengan kata lain, Papa memberitahu pembaca tanpa benar-benar memberi tahu mereka  Show don’t tell.

    3. Kalimat Positif

    Kalimat positif mudah dicerna. Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan tentang sesuatu secara lansung daripada memilih mengatakannya dengan cara berlawanan. Contohnya :

    • Kalimat positif : Pedagang K5 menolak rencana penggusuran
    • Kalimat negatif : Pedagang K5 tidak menerima rencana penggusuran

    Kalimat positif terasa lebih ringan dan memudahkan pembaca memahami ide-ide yang direpresentasikan.

     

    Diambil dari : http://indonovel.com/3-tips-menulis-fiksi-pendek-rahasia-dibalik-nobel-hemingway/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *