Teknik Menulis Artikel dengan Pendekatan SEO Friendly, beberapa standar yang perlu perhatikan :

  1. Utamakan User Experience, user experience atau pengalaman pengguna meliputi : konten yang berkualitas, desain Website / Blog yang profesional, navigasi yang mudah, ukuran dan jenis font yang mudah dibaca, meminimalisir kesalahan ejaan (typo), interaksi yang baik (komentar, diskusi, share, dsb), kecepatan loading, responsive design, dsb.
  1. Gunakan Keyword di Judul Artikel. Judul (title) merupakan elemen pertama yang di crawl Google untuk menentukan topik suatu artikel. Peletakan keyword yang paling baik pada title adalah yang diawal kata. Makin ke kiri (ke awal kata) makin baik. Tapi hal ini bukan suatu keharusan karena menyesuaikan juga dengan keseluruhan title agar tetap enak dibaca dan pastikan judul membuat pengunjung ingin melakukan klik. Contoh yang pertama dibawah ini, judul yang baik. Untuk panjang title, usahakan kurang dari 71 karakter. Batasan ini tidak baku karena tergantung dari jumlah pixel yang dipakai tiap karakter.
  1. Gunakan Judul yang Mengundang Klik, Bagi Anda pengguna wordpress, gunakan plugin All in One SEO packatau sejenisnya yang berfungsi untuk me-rewrite judul artikel. Jadi, Anda punya 2 judul untuk 1 postingan. 1 judul untuk pembaca (user), 1 judul untuk search engine. Untuk jumlah huruf dalam judul yang dibuat untuk search engine usahakan tidak melebihi 60 huruf, agar tidak terpotong di halaman pencarian. Update terbaru, Google membatasi Title tag di SERP (Search Engine Result Page, yaitu halaman hasil penelusuran kata kunci di mesin pencari) menjadi 600px, untuk jumlah karakter tergantung penggunaan huruf besar dan kecil, spasi, tanda baca dsb. Hindari penggunaan keyword-keyword long tail yang panjang dan keyword-keyword typo (salah tulis) yang jarang dan hampir tidak ada kompetitornya.
  1. Tulis Artikel Panjang & Dalam. Yaitu artikel yang tidak hanya panjang (banyak) jumlah kata-katanya, tetapi juga membahas topik secara mendalam yaitu engkap dan menyeluruh (in-depth content). Namun jangan menambahkan kalimat atau topik yang tidak perlu hanya untuk tujuan mengejar jumlah kata. Malah, sebisa mungkin gunakan kalimat yang simpel dan tidak bertele-tele, agar topik yang anda bahas bisa lebih luas dan lengkap.
  1. Gunakan Internal Linking. Internal linking adalah link antar halaman dalam satu website (domain ipb.ac.id). 10 internal link per post jika konten artikel relevan akan lebih baik. Hal ini baik untuk user experience, internal linking juga akan memperkuat antara halaman yang satu dengan yang lain dari sisi SEO. Dengan internal link, jika salah satu halaman mendapat sebuah backlink, maka 85% power dari backlink tersebut akan mengalir dan terbagi-bagi ke halaman lain yang mendapat link dari halaman tersebut (biasa disebut dengan linkjuice).

  1. External Linking ke Authority Site yang Relevan. External link ke web-web yang berkaitan dengan topik bahasan untuk membantu pembaca untuk mendapatkan sumber-sumber referensi lain yang akurat. Gunakan attribut dofollow untuk web-web authority yang relevan dengan topik tulisan, dan gunakan attribut nofollow untuk web-web affiliate (jika Anda merekomendasikan produk/jasa).
  1. Bijak menggunakan Keyword Density. Keyword density adalah intensitas tampilnya keyword dalam satu halaman artikel. Jumlah [ersentase keyword density jangan terlalu banyak, karena bisa berefek buruk (keyword stuffing). Penggunaan keyword dalam artikel jangan lebih dari 5.
  1. Masukkan Latent Semantic Indexing (LSI) Keywords. Meski tidak sama persis pengertiannya, LSI bisa di bilang hampir sama dengan sinonim atau related keywords (kata-kata / istilah yang masih berhubungan dengan keyword utama). Tambahkan istilah-istilah lain yang relevan dalam artikel, tentunya dengan tetap mengutamakan tulisan yang berkualitas dan enak dibaca. Contoh jika akan menggunakan keyword “baju muslim”, maka lebih bagus jika dalam artikel mengikutsertakan kata-kata seperti busana muslim, baju gamis, abaya atau hijab kedalam tulisan. Tambahkan juga istilah-istilah yang berhubungan seperti toko online, belanja, fashion, islam dan sebagainya.
  1. Kurangi Penggunaan Bold, Italic, Underline. Ini juga salah satu teknik jadul yang kadang disalahgunakan. Menggunakan tanda bold (garis tebal), italic(garis miring) dan underline (garis bawah) fungsinya untuk membantu search engine mengenali kata-kata yang penting di artikel kita. Tapi dalam prakteknya, banyak yang menggunakannya secara berlebihan dan mengaplikasikannya hanya pada keyword-keyword yang di bidik saja. Gunakan Bold, Italic dan Underline sewajarnya saja. Kalaupun untuk memperkuat keyword, gunakan bold sekali saja. Untuk italic biasanya digunakan pada istilah-istilah asing, sedangkan underline untuk istilah atau catatan yang penting.
  1. Gunakan Elemen h1, h2 & h3. Elemen heading h1, h2 & h3 digunakan untuk menentukan elemen-elemen terpenting pada suatu halaman website. Di theme-theme default wordpress atau template default blogspot elemen h1 biasanya digunakan untuk Judul website (homepage), H2 untuk judul postingan dan h3 untuk elemen-elemen website yang lain seperti related post dan widget di sidebar. Pastikan h1 Anda adalah judul postingan. Untuk h2, Anda bisa menggunakannya di sub title postingan. Penggunaan h2, h3 dst bisa lebih dari 1x dalam satu halaman website (pages). Tapi penggunaan h1 sebaiknya hanya 1x saja karena h1 adalah topik utama suatu halaman.
  1. Gunakan URL Pendek dan Mengandung Keyword Utama. Sedikit berbeda dengan Judul artikel, permalink yang bagus bukan yang kaya variasi keyword, tapi yang mudah dideteksi oleh search engine apa yang menjadi topik utama artikel tersebut. Contoh
    Judul : 15 Cara Ampuh menulis artikel SEO friendly yang Belum Anda Tahu!
    Permalink yang bagus untuk SEO : /cara-menulis-artikel-seo-friendly.html 

    Judul : Tips dan Cara Pembuatan Tahu Goreng Yang Enak Sekali
    Permalink yang bagus untuk SEO :/cara-membuat-tahu-goreng 

    Matt Cutts dalam interviewnya dengan Stephan Spencer juga menyarankan untuk menggunakan tidak lebih dari 3 – 5 kata dipermalink.

If you can make your title four- or five-words long – and it is pretty natural. If you have got a three, four or five words in your URL, that can be perfectly normal. As it gets a little longer, then it starts to look a little worse. Now, our algorithms typically will just weight those words less and just not give you as much credit. Untuk cara customisasi (merubah) permalink ini cukup simpel, di menu visual editor arahkan kursor ke bagian bawah title postingan dan klik “Edit”. Dalam aturan SEO, permalink (include dengan url domain) sebaiknya tidak lebih dari 90 karakter.

  1. Optimasi Meta Deskripsi. Menempatkan keyword di meta deskripsi (untuk pengguna wp bisa menggunakan plugin AIO SEO Pack, SEO by Yoast atau Platinum SEO Pack). Meta deskripsi inilah yang nantinya menjadi snippet di search engine. Dengan menaruh keyword di meta deskripsi, Anda bisa lebih leluasa dan luwes dalam menulis. Google membatasi penggunaan meta deskripsi sekitar 160 karakter, jadi olah sebaik mungkin meta deskripsi Anda dalam batasan jumlah karakter ini karena jika melebihi maka deskripsi Anda akan terpotong.
  2. Masukkan Attribut Alt di Image (Gambar). Google tidak bisa membaca file gambar (image), maka disini penggunakan attribut alt diperlukan sebagai pengganti untuk menjelaskan isi file image ke robot yang melakukan crawling di halaman tersebut. Google membaca attribut alt, bukan title maupun nama file image. Seringnya, attribut alt (Alternative text) ini disini diisi dengan keyword utama. Resolusi dan ukuran gambar yang lebih besar biasanya mempunyai performa yang lebih bagus di search engine. Usahakan untuk minimal menggunakan gambar dengan ukuran 400px x 600px. Jangan lupa melakukan kompresi file jika dirasa terlalu memberatkan loading web.
  1. Pengunaan Media ke dalam Artikel (Images, Video, Infographics, dll). Semakin kaya informasi yang Anda sajikan, semakin besar kemungkinan Google mendeteksi artikel Anda sebagai artikel yang berkualitas. Jika memungkinkan, gunakan media-media untuk memperkaya isi tulisan seperti gambar, video, tabel, chart, infographics maupun maps. Pemakaian infographics juga 3x lebih berpeluang mendapat like dan share di social media dibandingkan jenis konten lain.

Dan terakhir, dikutip dari Neomam.com, perbandingan antara kecepatan membaca konten visual dibanding tulisan adalah seperti sepersepuluh detik dengan satu menit.

Wow …

  1. Gunakan Variasi Keyword. Yaitu penggunaan keyword utama secara sepenggal-sepenggal di sekitar artikel. Contoh, Keyword : cara membuat blog gratis

“Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat blog gratis. Bagi anda yang ingin eksis di internet tapi belum mempunyai modal untuk beli domain dan hosting, maka blog gratis bisa menjadi salah satu solusi. Anda bisa membuat blog gratis di blogger, wordpress, tumblr, dan sebagainya. Cara membuat blog sangatlah mudah, jika Anda mengikuti step by step yang saya sajikan dibawah ini, saya yakin dalam beberapa jam Anda sudah bisa membuat blog anda sendiri..”

Tentu saja anda tidak bisa mengaplikasikan model kalimat diatas dalam satu paragraf saja karena akan menjadi keyword stuffing. Sebar ke dalam beberapa paragraf dan artikel anda akan menjadi lebih SEO friendly dengan variasi keyword yang natural. Semoga Anda bisa mengerti poin yang ingin saya sampaikan disini.

Jika Anda masih kurang jelas, silahkan lihat penjelasan gambar dari Moz.com berikut ini :

Variasi Keyword ini juga membuat tulisan Anda menjadi lebih hidup dan luwes. Bandingkan dengan penulisan yang selalu menyertakan exatch match keywords misalnya :

“Kali ini kita akan membahas tentang cara membuat blog gratis. Bagi anda yang ingin eksis di internet tapi belum mempunyai modal untuk beli domain dan hosting, maka cara membuat blog gratis ini bisa menjadi salah satu solusi. Anda bisa mengaplikasikan cara membuat blog gratis ini di blogger, wordpress, tumblr, dan sebagainya. Cara membuat blog gratis sangatlah mudah, jika Anda mengikuti step by step yang saya sajikan dibawah ini, saya yakin dalam beberapa jam Anda sudah bisa membuat blog gratis anda sendiri..”

Kesimpulan

Menulis artikel yang SEO friendly untuk menarik perhatian mesin pencari itu bagus, karena bisa meningkatkan trafik pengunjung ke blog Anda. Tapi jangan menggunakan teknik-teknik optimasi on-page artikel Anda hanya semata-mata untuk SEO.

Sekarang ini algoritma mesin pencari sudah semakin pintar, apalagi si raksasa Google dengan berbagai hewan peliharaannya mulai dari Panda, Penguin sampai Hummingbird.

Tulislah artikel yang memberikan value (berguna), mengutamakan user experience dan diimbangi dengan elemen-elemen on-page SEO disertai dengan polesan backlink untuk optimasi off-page, maka kemungkinan besar tulisan Anda bisa segera bersaing di SERP.

Sumber : www.rohadiright.com