• Manfaat Minyak Sereh sebagai Obat Anti Nyamuk

    Indonesia merupakan negara perairan dengan potensi rumput laut yang cukup besar. Karagenan dihasilkan dari rumput laut Euchema sp. yang dibudidayakan di berbagai perairan Indonesia. Karagenan banyak digunakan untuk bahan makanan, industri tekstil dan cat, dan sebagai pengental bahan nonpangan seperti odol dan shampo. Indonesia juga merupakan negara yang terletak di daerah tropis yang kaya dengan berbagai macam serangga.

    Minyak sereh

    Nyamuk berperan sebagai penular beberapa penyakit maupun sebagai pengganggu kenyamanan. Diantaranya adalah nyamuk Culex quinquefasciatus yang berperan sebagai vektor penyakit kaki gajah. Pencegahan penyebaran penyakit yang kontak dengan nyamuk diantaranya menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak atsiri. Minyak atsiri yang biasa digunakan sebagai bahan baku dalam industri flavor, toiletries dan vernist diantaranya adalah minyak sereh. Tujuan umum penelitian ini adalah memanfaatkan karagenan sebagai pembentuk gel dan minyak sereh wangi sebagai penolak nyamuk pada produk penolak nyamuk berbentuk gel. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama yaitu membuat formula gel penolak nyamuk yang menggunakan karagenan sebagai pembentuk gel yang ditambahkan minyak sereh wangi sebagai penolak nyamuk. Tahap kedua adalah mengetahui pengaruh kombinasi karagenan terpilih dan minyak sereh terhadap karakteristik produk gel yang dihasilkan, mengetahui keampuhan berbagai konsentrasi minyak sereh wangi dalam gel penolak nyamuk terhadap nyamuk Culex quinquefasciatus, dan mengetahui jumlah cemaran mikroba produk terpilih setelah pemaparan dan penyimpanan 30 hari. Hasil penelitian tahap pertama menunjukan bahwa konsentrasi karagenan 5 % (b/v) dari total volume sampel menghasilkan gel penolak nyamuk yang memiliki karakteristik tidak mudah patah, lebih kenyal, dan tidak mengalami sineresis. Berdasarkan penelitian tahap kedua didapatkan hasil susut berat akan semakin kecil dengan semakin besarnya kandungan minyak sereh dalam produk. Pengujian angka kejatuhan nyamuk pada produk gel penolak nyamuk jam ke-6 dan angka kematian nyamuk setelah 24 jam oleh minyak sereh semakin meningkat dengan semakin tingginya konsentrasi minyak sereh yang terkandung dalam sampel. Hasil uji cemaran mikroba setelah pemakaian 30 hari, produk kontrol memiliki cemaran bakteri sebesar 6,8 x 102 CPU dan jumlah jamur sebesar 8,0 x 101 CPU, produk gel penolak nyamuk dengan konsentrasi sereh 20 % memiliki cemaran bakteri sebesar 5,5 x 102 CPU dan jumlah jamur sebesar 2,0 x 101 CPU. Setelah masa simpan 30 hari, produk kontrol memiliki cemaran bakteri sebesar 2,0 x 102 CPU dan jumlah jamur sebesar 3,0 x 101 CPU, produk gel penolak nyamuk dengan konsentrasi sereh 20 % memiliki jumlah bakteri sebesar 5,0 x 101 CPU dan jumlah jamur sebesar 0,5 x 101 CPU.

    Referensi :

    Pemanfaatan Karagenan yang Ditambahkan Minyak Sereh Wangi pada Formula Gel Penolak Nyamuk Culex quinquefasciatus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *