• Kode Etik Kedokteran :: Etika Profesi

    KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA
    Merupakan pedoman bagi dokter Indonesia anggota IDI dalam melaksanakan praktek kedokteran.
    Tertuang dalam SK PB IDI no 221/PB/A.4/04/2002 tanggal 19 April 2002 tentang penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

    Kode Etik Kedokteran Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1969 dalam Musyawarah Kerja Susila Kedokteran Indonesia.
    Dan sebagai bahan rujukan yang dipergunakan pada saat itu adalah Kode Etik Kedokteran Internadional yang telah disempurnakan pada tahun 1968 melalui Muktamar Ikatan Dokter Sedunia ke 22, yang kemudian disempurnakan lagi pada MuKerNas IDI XIII, tahun 1983.

    KEWAJIBAN UMUM
    Pasal1
    Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan Sumpah Dokter.

    Pasal2
    Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standard profesi yang tertinggi.

    Pasal3
    Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan
    hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi.

    Pasal4
    Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri.

    Pasal5
    Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan
    dan kebaikan pasien, setelah memperoleh persetujuan pasien.

    Pasal6
    Setiap dokter harus senantiasa berhati hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan tehnik atau pengobatan
    baru yang belum diuji kebenarannya dan hal hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

    Pasal7
    Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya..

    Pasal7a
    Seorang dokter harus, dalam setiappraktek medisnya, memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan
    teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa kasih sayang ( compassion ) dan penghormatan atas martabat manusia.

    Pasal7b
    Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dansejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan
    sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau
    penggelapan, dalam menangani pasien.

    Pasal7c
    Seorang dokter harus menghormati hak hak pasien, hak hak sejawatnya, dan hak tenaga kesehatan lainnya, dan harus
    menjaga kepercayaan pasien.

    Pasal7d
    Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup mahluk insani.

    Pasal8
    Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua
    aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh ( promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif ), baik fisik maupun psiko-sosial,
    serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar benarnya.

    Pasal9
    setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat dibidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat, harus
    saling menghormati.

    KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN
    Pasal10
    Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien.
    Dalam hal ini ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka atas persetujuan pasien, ia wajib
    merujuk pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.

    Pasal11
    Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan
    penasehatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya.

    Pasal12
    Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah
    pasien itu meninggal dunia.

    Pasal13
    Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada
    orang lain bersedia dan mampu memberikannya.

    KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN SEJAWAT
    Pasal14
    Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.

    Pasal15
    Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan
    prosedur yang etis.

    KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRI
    Pasal16
    Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja dengan baik.

    Pasal17
    Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi kedokteran/kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *