Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali memberikan santunan kepada 1.700 anak yatim dan dhuafa usia 6-13 tahun dari 17 Desa/Kelurahan Lingkar Kampus. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan di Masjid Al Hurriyyah Kampus IPB Dramaga Bogor,  Sabtu (25/5).

Rektor IPB, Dr. Arif Satria bersyukur tahun ini jumlah penerima santunan meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu IPB memberi santunan berupa uang dan bingkisan kepada 1.500 anak yatim dan dhuafa. Tahun ini tidak hanya jumlah yatim dan dhuafa yang bertambah namun jumlah santunan pun bertambah nilainya. “Sumber dana kegiatan santunan ini berasal dari infak warga IPB dengan total dana terkumpul hampir 590 juta rupiah,” ujarnya.

Selain sebagai sarana silaturahim dengan warga dari 17 desa/kelurahan binaan IPB, kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi program IPB Social Share untuk masyarakat yang kurang beruntung. Rektor IPB menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan kepedulian IPB untuk terus memberikan manfaat terhadap warga sekitar karena IPB adalah milik warga Bogor dan terlebih milik warga sekitar sebagai bagian dari bentuk komitmen yang besar. “Program ini tidak berhenti sampai disini, IPB akan mengembangkan program pendampingan rumah yatim piatu yang ada disekitar kampus ini” ujarnya. IPB tidak hanya melakukan sekedar kegiatan sosial tapi lebih jauh memiliki tujuan untuk memperkuat aspek kualitas manusianya dengan pola-pola pendidikan alternatif sehingga akan tumbuh sumberdaya manusia yang memiliki karakter dan softskill yang lebih baik. “IPB punya agriananda dan labschool pendidikan karakter, sehingga masyarakat sekitar kampus dapat merasakan pola-pola pendidikan alternatif yang ada di IPB” tambahnya.

Dalam acara ini IPB menghadirkan pendongeng anak-anak Ka Iki Yosan dan mahasiswa IPB yang menampilkan produk inovasi pangan dari bahan ulat hongkong yang diolah menjadi abon siap makan dengan berbagai varian tingkat kepedasan ‘MeFu’ (mealworm furikake) yang merupakan hasil penelitian mahasiswa IPB yang lolos sebagai juara dalam ajang kompetisi nasional bagi mahasiswa. Acara diakhiri dengan pemberian santunan anak yatim dan dhuafa oleh rektor dan seluruh jajaran pimpinan yang hadir. (YDI)