Mesin Perguruan Tinggi tidak dapat dipisahkan dari Tenaga Kependidikan karena perannya sebagai perangkat sentral di era ketidakpastian sekarang ini yang cepat, penuh kompleksitas, dan penuh abiguitas. Hal itu disampaikan Rektor IPB, Dr Arif Satria dalam pembukaan acara Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional dengan tema “Strategi Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Jabatan Fungsional di Era Industri 4.0” (25-26/7) bertempat di Gedung Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit Fakultas Peternakan IPB University.

Arif Satria menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Fortendik IPB yang dihadiri oleh tendik di perguruan tinggi dan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia “ini adalah momentum yang sangat baik sekali dan upaya kita untuk mengubah mindset dan skill yang ada karena yang diperlukan dalam era ketidakpastian ini adalah mengubah mindset yang ada, secara pribadi kita sudah berubah namun perubahan tersebut belum tercermin dalam perubahan institusi. Perubahan Institusi meliputi perubahan aturan main, cara kerja dan segala sesuatunya berubah mengikuti arah perubahan diluar yang cepat dan berorientasi pada kecepatan dan masa depan. Saat ini kondisi kita adalah pada posisi stagnan, dimana inability to escape from the past and inability to face the future (ketidakmampuan keluar dari masa lalu dan ketidakmampuan menghadapi masa depan)”. Menurutnya IPB sudah mempersiapkan berbagai aplikasi online berbasis android untuk menghadapi perubahan di era industri saat ini hal ini menjadi basis bagi pimpinan untuk memutuskan pengambilan keputusan secara cepat dan real time berbasis data yang ada. “Proses transformasi governance di perguruan tiggi menurut saya adalah proses yang sangat-sangat penting karena dosen adalah mesin untuk pembelajaran, dan tendik sebagai mesin birokrasi dan organisasi, sehingga kelincahan menjadi sangat penting, mampu beradaptasi dan skill harus semakin meningkat” tambahnya.

Rektor IPB berharap di era baru ini seluruh pihak dapat melakukan kolaborasi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan masa depan. “Kita akan mampu bekerja dan mengendalikan teknologi di masa depan, pro kepada masa depan dan pro pada perubahan” pungkasnya.

Ketua Panitia Semhas sekaligus Ketua Fortendik IPB University, Sofyan, Ssi, MSi dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman arah kebijakan pimpinan instansi untuk peningkatan kualitas ASN pada jabatan fungsional. Memberikan gambaran tentang strategi pimpinan untuk peningkatan profesionalisme dan kompetensi ASN pada jabatan fungsional di era 4.0. Sebagai ajang bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam lingkup nasional. Memfasilitasi ASN pada jabatan fungsional untuk menyampaikan hasil penelitian atau karya inovasinya dalam bentuk karya tulis ilmiah untuk menunjang peningkatan karir ASN dalam bentuk prosiding.

Acara semhas ini diikuti oleh berbagai jenis jabatan fungsional. Keseluruhan peserta yang hadir sebanyak 372, meliputi 181 peserta internal IPB, 71 berasal dari instansi dan perguruan tinggi, dan berdasarkan jenis jabatan fungsional terdiri dari 115 Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), 108 Arsiparis, 29 Analis Kepegawaian, 41 Pustakawan, 6 Pranata Humas, Pranata Komputer, Nutrisionis, Widyaiswara, Pranata Kesehatan, dan Jabatan Fungsional Umum.

Acara yang digelar selama dua hari ini menghadirkan para narasumber eksternal pada sesi panel dan dimoderatori oleh Direktur SDM IPB University, Dr. Ir. Titik Sumarti, MC, MS. Sebagai pemateri pertama Direktur Karir dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya IPTEK DIKTI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, MPd, MA, menyatakan bahwa Kemristekdikti memiliki berbagai program yang dapat diikuti oleh tenaga kependidikan yaitu dalam bentuk beasiswa, publikasi, bimtek/diklat, magang, sertifikasi, NITK (Nomor Induk Tenaga Kependidikan), PAK (Penyusunan Angka Kredit) Online, Dana Riset dan Short Courses. Pada materi selanjutnya Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra Opong Sumiati, MSi, memaparkan program kerja yang akan segera dilaksanakan untuk tenaga kependidikan antara lain Diklat Fungsional dan Teknis dan Bimtek yang dapat diikuti oleh 5000 tenaga perpustakaan umum dan 4000 untuk pustakawan sekolah. Pada sesi selanjutnya pemateri yang dihadirkan adalah Sekretaris Utama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang sudah berkarir selama 23 tahun dibidangnya, menurutnya bahwa IPB termasuk beruntung karena tendiknya paling rajin menyelenggarakan acara seperti ini, selain itu menurutnya jabatan fungsional PLP dan Pustakawannya sudah berjalan dengan baik.

Sesi ini diakhiri dengan materi yang disampaikan oleh Direktur Jabatan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Aidu Tauhid, SE, MSi. Selanjutnya pada sesi siang dan pagi hari berikutnya, pada sesi paralel diisi oleh pemateri ilmiah dari berbagai jabatan fungsional yang hadir. Khusus untuk jabatan fungsional PLP pada sesi paralel dibagi menjadi tiga bidang yaitu Biologi, Kimia dan Fisika. Sofyan selaku ketua panitia menyatakan bahwa kesuksesan acara yang digelar ini karena adanya dukungan dari berbagai pihak “acara ini didukung oleh para pimpinan IPB University meliputi Rektor, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Direktur SDM, dan para sponsor meliputi PT Sinergi Mitra Analitika, Pamerindo Indonesia International Specialised Exhibitions, PT Garendra Lautan Utama, PT BPRS Bina Rahmah, Bank BJB Syariah, Bank BNI, dan pihak lain yang tidak dapat diucapkan satu-persatu. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan ini dan kami ucapkan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini” pungkasnya. (YDI)