Medhanita Dewi Renanti, S.Kom, M.Kom seorang Dosen Sekolah Vokasi IPB University terinspirasi dari kehamilan anak pertamanya untuk mengembangkan aplikasi Madsaz yang dapat menerjemahkan tangis bayi usia 0-3 bulan versi Dunstan Baby Language. Aplikasi ini bisa menerjemahkan 5 jenis tangisan bayi yaitu bayi lapar, bayi lelah atau mengantuk, bayi ingin bersendawa, bayi masuk angin atau perut kembung dan bayi yang tidak nyaman (karena popok basah, udara terlalu panas atau dingin atau hal lain). Tangisan bayi tersebut bersifat universal/sama, meskipun berbeda negara, suku bangsa, dan bahasa.

Dunstan Baby Language merupakan bahasa bayi yang diklasifikasikan oleh Priscilla Dunstan, musisi asal Australia yang mempunyai bakat mengingat semua jenis suara atau yang dikenal dengan sound photograph.  Delapan tahun Priscilla meneliti dari tahun 1998  dan mengumpulkan bayi-bayi dari berbagai negara, suku bangsa,  dan bahasa. Priscilla menemukan suatu bahasa yang sama yang digunakan bayi-bayi tersebut untuk berkomunikasi yang disebut Dunstan Baby Language (DBL).  Klasifikasi DBL antara lain, tangis bayi: “neh” yang berarti lapar, “owh” berarti lelah yang mengindikasikan bayi mulai mengantuk, “eh” berarti ingin sendawa, “eairh” berarti masuk angin (perut kembung), “heh” berarti bayi merasa tidak nyaman (bisa karena popoknya basah, udara terlalu panas atau dingin, atau hal lainnya).

Aplikasi yang dikembangkan Medhanita diujikan pula pada anaknya “Jadi ketika anak saya menangis, saya coba identifikasi kira-kira jika nangisnya seperti ini, bayi ini gini ga ya (sesuai ilmu yang saya dapatkan seminar waktu itu).  Ketika saya sudah belajar DBL, saya merasa lebih pede saja ketika bayi saya menangis, minimal sudah punya dugaan awal mengapa bayi saya menangis. Saya punya tindakan yang tepat ketika bayi saya menangis waktu itu. Awal masuk kuliah saya sudah berdiskusi dengan salah satu dosen S2 Bapak Prof Agus Buono yang pada akhirnya beliau menjadi dosen pembimbing pertama saya untuk tesis. Di awal semester saya sudah mulai mengambil data-data tangis bayi. Sekitar bulan April Tahun 2013, Alhamdulillah software penerjemah tangis versi dekstop berhasil dibuat dengan akurasi 94% (belum android). Waktu itu saya menggunakan 140 tangis bayi sebagai data latih dan 35 tangis bayi sebagai data uji. Setelah saya menyeminarkan aplikasi saya tersebut ternyata banyak teman-teman, saudara-saudara, para mahasiswa, masyarakat yang tertarik terhadap penelitian saya dan meminta supaya cepat dibuatkan versi androidnya. Waktu itu pengujian software dilakukan kepada bayi-bayi saudara-saudara dan teman-teman” ujarnya.  Penemuannya ini banyak mendapat respon postif dari berbagai pihak dan hal ini mendorongnya untuk mengembangkannya dalam versi android di tahun 2014. Setelah melalui berbagai penyempurnaan pada tanggal 2 November 2018 aplikasi tersebut launching perdana di playstore dengan nama Madsaz. “Nama Madsaz diambil dari nama saya, suami, dan anak saya” tambah Dosen yang mengajar Sistem Informasi di Sekolah Vokasi IPB University ini.

Aplikasi Madsaz merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang mampu menerjemahkan tangisan bayi usia 0-3 bulan (bersifat universal walaupun berbeda negara, suku bangsa, dan bahasa) dengan tingkat akurasi hingga 94%. Sedangkan untuk bayi berusia 4 bulan ke atas akan berbeda-beda, tergantung pada lingkungan dan kebudayaan masing-masing. Aplikasi ini GRATIS, bisa diunduh di playstore. Manfaat yang diperoleh adalah: para orang tua yang baru mempunyai anak dapat dengan cepat dan mudah mengetahui arti tangisan bayinya. Hal ini membuat orang tua merasa lebih percaya diri dalam mengasuh bayinya sehingga tingkat stres mereka berkurang signifikan. Di sisi lain, bayi cepat tenang karena orang tua dapat mengambil tindakan yang tepat berdasarkan arti tangisan bayinya. Aplikasi ini tersedia dalam dua bahasa, Indonesia dan English. Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah yaitu dengan menekan tulisan ”REKAM” (IN) atau “RECORD”(EN) ketika bayi menangis. Output/arti tangis bayi akan ditampilkan di layar HP dalam waktu kurang lebih 20 detik setelah proses perekaman (button berwarna pink untuk klasifikasi output yang dihasilkan). Selain menampilkan arti tangis bayi, aplikasi ini akan menampilkan solusi yang dapat dilakukan oleh orang dewasa kepada bayi sesuai dengan klasifikasi tangisannya. Dan sampai saat ini pengunduh sudah mencapai 33.960 dari 109 negara.

Anugerah INOVASI Jawa Barat diraihnya setelah aplikasi mempunyai rating 4,41 dan diunduh oleh berbagai pengguna. Tahap awal pengumpulkan dokumen dilakukan pada 20 Mei 2019. Dari 96 peserta hanya diambil 11 kandidat yang dipilih dan salah satunya adalah Madsaz. Selanjutnya persentasi di lakukan pada tanggal 29 Juni 2019 dan pemenang diumumkan pada tanggal 1 Agustus. Madsaz meraih pemenang anugerah inovasi (pemenang bersama diambil 3 orang, jadi bukan juara 1,2,3).

Kedepan Medhanita berharap aplikasi ini akan dikembangkan dalam 6 bahasa (saat ini baru 2 ada bahasa Indonesia dan Inggris), memperbaiki akurasi dengan menggunakan metode yang berbeda, membuat device, dan mengombinasikan image dan voice recognition. “Nilai strategis dari aplikasi yang saya kembangkan ini adalah masyarakat akan lebih mengenal inovasi IPB University lebih jauh tentang perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam pengembangan ilmu pertanian dalam arti luas menghadapi revolusi industri 4.0” tegasnya. (YDI)

 

Keyword :
Aplikasi Android, Madsaz, Identifikasi Tangis Bayi, Kecerdasan Buatan, Dosen IPB University, Sekolah Vokasi