Luruskan dan teguhkan niat, maksimalkan ikhtiar, dan sempurnakan tawakal

Category: Artikel (Page 1 of 2)

HABIT #3. PUT FIRST THING FIRST/Mendahulukan yang Utama

BAGAIMANA AGAR SAYA DAPAT MENGGUNAKAN WAKTU UNTUK HAL-HAL YANG PALING PENTING?

  1. Fokus pada Tujuan Utama
  2. Buat Rencana setiap minggu

1. FOKUS PADA PRIORITAS

Penting:
Aktivitas yang mencerminkan prioritas, nilai utama, sasaran dan misi Anda.
Mendesak:
Aktivitas yang membutuhkan perhatian Anda segera.
Perhatikan dan renungkan aktvitas-aktivitas apa saja yang termasuk aktivitas penting dan tidak penting bagi anda. Dan aktivitas mana saja yang mendesak dan tidak mendesak. Lalu anda coba petakan aktivitas-aktivitas anda yang biasa anda lakukan di tempat kerja, di rumah dan di masyarakat termasuk ke dalam kuadran berapa?

Quadran Waktu perbandingan vertikal : Penting-Tidak Penting, horizontal : mendesak-tidak mendesak

  • Aktivitas di Q1 (Penting – Mendesak) disebut keharusan atau krisis?
  • Aktivitas di Q3 (Tidak Penting – Mendesak) disebut gangguan atau tipuan?
  • Aktivitas di Q4 (Tidak Penting – Tidak Mendesak) disebut sia-sia? Dan
  • Aktivitas di Q2 (Penting – Tidak Mendesak) sebagai aktivitas efektif atau berkualitas?

Perhatikan juga apa dampaknya bila anda berada di kuadran-kuadran tsb? Kuadran mana yang akan membuat anda akan makin efektif dan mana yang membuat anda tidak mampu memimpin diri sendiri?

Q1: Tidak dapat dihindari, tetapi Q2 dapat membantu mencegah urgensi. Tinggal di Q1 terlalu lama tidak sehat, anda akan mudah stress. Tetapi mudah untuk tetap di Q1 karena biasanya ada hadiah publik untuk memperbaiki krisis, sementara mencegah krisis (Q2) biasanya tidak terlihat.
Q3: Ini adalah kuadran tempat Anda dapat meminjam waktu. Ada tantangan paradigma yang signifikan untuk Q3 karena sebagian besar Q3 penting bukan untuk kita, tetapi untuk orang lain. Banyak dari kita (dan banyak budaya kerja) memegang gagasan bahwa kita “harus” mengurus masalah Q3 (bahasa reaktif!). Latih Kebiasaan 1 ketika Anda menemukan diri Anda tertarik ke Q3.
Q4: Orang yang tinggal di Q1 dan Q3 sering melarikan diri ke Q4, yang tidak benar-benar diperbarui. Penggunaan berlebihan dari aktivitas-aktivitas ini yang membuat mereka tidak memperbarui diri. Contoh: Menonton acara TV favorit Anda bisa memperbarui, tetapi lima episode berturut-turut bisa tidak memperbarui
Q2: Ini adalah kuadran hidup efektif. Ini adalah tempat yang proaktif — Anda tiba di sini dengan pilihan. Ketika Anda memilih untuk berada di Q2, akan memberikan hasil terbaik untuk pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda.

MENGURANGI Q2 DAN Q3
Berdasarkan pemahaman atas aktivitas kuadran Q1, Q2, Q3 dan Q4. Tuliskan dua atau tiga aktivitas yang biasa anda lakukan Anda di masing-masing kuadran. Lalu hitung persentase dari masing-masing kuadran. Berapa persen waktu anda di alokasikan untuk aktivitas Q1 dan Q2.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan aktivitas di Q3 dan Q4?

 

2. BUAT RENCANA MINGGUAN

Pertama, Anda terhubung dengan misi Anda.
Kebiasaan 3 sebenarnya adalah tindakan yang Anda ambil untuk hidup dengan misi pribadi Anda. Inilah cara Anda memastikan hal yang penting bagi Anda untuk tetap berada di depan dan di tengah.
Salah satu cara untuk membawa misi Anda ke dalam kehidupan sehari-hari Anda adalah untuk membuat versi pendek, mungkin hanya beberapa kata kunci. Langkah pertama perencanaan mingguan yang efektif adalah meluangkan waktu — 10 hingga 15 menit setiap minggu — di tempat yang tenang untuk mengingatkan diri Anda akan misi Anda.

Kedua JADWALKAN BATU BESAR

  1. Identifikasi dan tulis tiga-empat peran penting anda di kolom peran
  2. “Apa yang menjadi satu atau dua hal terpenting yang dapat saya lakukan dalam peran saya di pekan ini?”
  3. Sekarang, luangkan waktu beberapa menit untuk menjawab pertanyaan ini di atas untuk setiap peran. Tulislah satu atau dua hal atau aktivitas terpenting di samping peran itu.
  4. Kembali ke alat Big Rocks yang baru saja Anda isi dan identifikasi aktivitas-aktivitas Big Rocks Anda lalu anda mulai menjadwalkab batu besar tersebut di kalender Anda.

LANGKAH 3 MEMASUKKAN RENCANA MINGGUAN ANDA KE KALENDER MINGGUAN ANDA

Kembali ke alat Big Rocks yang baru saja Anda isi dan identifikasi aktivitas-aktivitas Big Rocks Anda lalu anda mulai menjadwalkab batu besar tersebut di kalender Anda.
Anda dapat menggunakan aplikasi kalender di ponsel Anda atau agenda fisik yang anda punyai. Pastikan anda menjadwalkan Big Rocks Anda ke dalam aplikasi atau kalender anda untuk mengingatkan anda bawah waktu tsb adalah untuk aktivitas penting yang sudah anda tetapkan sebagai Big Rocks,
Praktekkan Membuat rencana minggu dengan template Weekly Planner ini.

 

Kesimpulan Habits 3: 3 metafora

  1. Big Rock/batu besar perumpamaan dari aktifitas-aktifitas penting masuk Q1 dan Q2 (berdasarkan prilaku proaktif), Kerikil aktifitas tidak penting masuk Q3 dan Q4 (berdasarkan paradigma dan prilaku reaktif)
  2. Praktek-kan menyusun rencana mingguan (1. Kaitkan dengan visi dan misi yang sudah dibuat, review dan petakan peran yang akan dijalani di minggu tersebut, 2. Jadwalkan batu besar/aktifitas penting untuk setiap peran, 3. Jadwalkan aktifitas lain setelahnya)

Habits #2 BEGIN WITH THE END IN MIND/ Memulai dengan Tujuan Akhir

Orang yang efektif selalu memulai aktivitas-nya dengan suatu rencana yang jelas. Seseorang yang memiliki tujuan akhir bekerja secara efektif dan masih memiliki waktu luang dan seseorang yang bekerja tanpa rencana atau tujuan akhir akan sangat lelah dan bekerja tanpa henti. Perhatikan dampaknya dalam pekerjaan dan kehidupannya. Mulai dengan tujuan akhir akan membantu anda dalam memilih respon anda pada saat-saat sulit.

1. PENCIPTAAN MENTAL

2. PENCIPTAAN FISIK

Anda akan lebih efektif bila Anda menentukan hasil yang ingin dicapai terlebih dahulu sebelum bertindak. Rencana yang disusun dengan seksama memberikan “cetak biru” yang Anda butuhkan untuk menentukan hasil yang diinginkan. Orang yang sangat efektif “Memulai dengan Tujuan Akhir” pada setiap tindakan.

PERNYATAAN MISI PRIBADI

Orang yang efektif menyusun dan menjalani pernyataan misi pribadinya menjadi kompas dan peta perjalanan hidupnya. Pernyataan Misi Pribadinya akan sangat membantu dalam membuat rencana, langkah-langkah dan pengambilan keputusan di saat-saat sulit. Perhatikan beberapa contoh pernyataan misi pribadi berikut ini sambil anda membayangkan bagaimana paradigma dan perilaku orang-orang tersebut dengan berpegang pada pernyataan misi pribadi masing-masing.

Misi Pribadi Yulia Dwi Indriani :

  1. Saya akan menjadi sahabat dan guru yang menginspirasi bagi anak-anak dan memberi suasana damai, ceria dan bahagia bagi lingkungan tempat tinggal saya.
  2. Selalu berpikir positif dalam sikap, ucapan, dan pola pikir.
  3. Bersikap bijaksana dan pengertian dalam pengambilan keputusan.
  4. Terus belajar dan selalu memperbaiki diri (continues improvement).
  5. Berusaha menciptakan kondisi semakin tua semakin bahagia.

MENYUSUN VISI PRIBADI

Peran Utama Tokoh Kunci Kata Penghormatan
Ibu Nafis, Nawwaf, Nadzim Kami bahagia dan bangga memiliki Ibu seperti Mimi, yang selalu mencurahkan kasih sayang dengan tulus, tempat curhat, selalu memberi motivasi dan semangat untuk melakukan kebiasan-kebiasan baik. Ibu yang bukan hanya mendidik tapi juga menjadi sahabat yang selalu mengingatkan kebaikan dan menciptakan suasana damai dan bahagia dalam keluarga.

 

Istri Abdul Aziz Siswanto Saya ridho dengan pengabdian dan kasih sayang yang dilakukan istri saya selama mendampingi hidup saya selama ini. Saya selalu mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuk bidadari surga yaitu istri saya tercinta Yulia Dwi Indriani.

 

Anak Mamah, Bapak, Aji, Yusni Mamah dan Bapak bangga sebagai orang tua karena memiliki anak yang solihah dan membanggakan seperti Yulia, karena sikapnya yang sopan santun pada orang tua, berjuang dan mandiri saat untuk melakukan perbaikan diri dan tidak pernah berhenti belajar.

 

Staf IPB Rekan Kerja, Pimpinan Saya bangga dengan kinerja bu Yulia karena integritas dan kesungguhannya dalam bekerja. Disiplin terhadap aturan dan bertanggung jawab.

 

Manajer Tim CSO IPB Kami merasa nyaman berada dibawah kepemimpinan bu Yulia, beliau bijaksana, mau mendengarkan keluhan dan masukan dari kami dan selalu bersikap adil terhadap semua tim kerja. Ibu Yulia juga mau berkorban dengan peningkatan kesejahteraan kami, semoga bahagia dunia dan akhirat aamiin.

MENGIDENTIFIKASI NILAI-NILAI DIRI

“Kita mendeteksi, bukan menciptakan misi hidup kita.” – Victor Frankl
Berikut ini ada lima langkah yang perlu anda lalui untuk membantu menemukan misi pribadi anda dan kemudiannya menyusunya menjadi Pernyataan Misi Pribadi.
Lakukan langkah-langkah berikut ini dengan tenang dan seksama. Renungkan dan pikirkan dalam-dalam sebelum anda menjawab. Ambil sebuah buku tulis atau buku gambar untuk mencatat dan menuliskan hasil penemuan anda dalam setiap langkah.

  1. Memikirkan seseorang yang berpengaruh pada diri Anda
  2. Menemukenali bakat dan anugerah alamiah anda.
  3. Menemukenali lima hal yang paling berharga bagi Anda
  4. Menemukenali hal-hal yang paling berharga dalam kehidupan pribadi anda
  5. Menemukenali hal-hal yang paling berharga dalam kehidupan professional anda

MENEMUKAN NILAI-NILAI DIRI

Pikirkan dengan tenang dan renungkan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini lalu jawablah hasil pemikiran anda tsb.

1. Pikirkan dan tuliskan nama seorang sangat berarti dan telah membuat pengaruh atau perubahan positif dalam kehidupan anda (personal ataupun profesional). Kualitas atau karakter apa pada orang tsb yang menginspirasi anda dan bahkan anda ingin kembangkan dalam diri anda.
Nama : Pembimbing Thesis
Karakter yang dimiliki :
Memiliki keseimbangan antara ilmu dunia dan agama, Familiy Man, setia pada pasangan hidupnya, menghargai dan menghormati orang lain, tegas dan berwibawa.

2. Pikirkan dan tuliskan apa saja bakat atau talenta yang anda miliki.
Mudah belajar sesuatu yang baru, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, memasak, menulis berita, mengembangkan website dengan platform CMS.

3. Tuliskan 5 hal yang paling anda berharga dalam hidup ini
1. Ilmu dunia dan akhirat
2. Keluarga
3. Persahabatan
4. Kepercayaan dari orang lain
5. Tubuh yang sehat dan semangat hidup
4. Tuliskan hal-hal apa saja dalam kehidupan pribadi anda yang membuat kehidupan anda berharga.

Berserah diri kepada Allah, berpegang teguh pada keyakinan agama. Berpikir positif dan bersikap positif. Selalu belajar hal yang baru. Saling menghargai dan menghormati dengan seluruh anggota keluarga, suami , anak, keluarga, teman dan kolega.

5. Tuliskan hal-hal apa saja dalam kehidupan profesional anda atau pekerjaan anda yang membuat hidup anda berharga Menjadi bagian dari solusi bagi lingkungan professional di tempat kerja. Mampu bekerjasama dengan baik dan bijaksana dalam tim kerja. Membagi ilmu yang dimiliki dengan tim kerja dan lingkungan professional.

Perhatikan kembali jawaban anda tsb di atas. Garis bawahi/highlight kata-kata kunci yang muncul. Summary nya kata-kata kunci tersebut dalam kotak di bawah ini.

menghargai dan menghormati, belajar sesuatu yang baru, ilmu yang bermanfaat

Recharge skill dalam acara Pelatihan 7 Habits For Manager, Habits#1 Be Proactive/Jadilah Proaktif

7 Kebiasaan yang akan mempengaruhi efektifitas kita dalam bekerja maupun menjalani hidup ini menjadi menarik untuk dipelajari. Sekolah Bisnis menyelenggarakan pelatihan untuk para tenaga kependidika di lingkungan IPB dengan jadwal sebagai berikut :

  • Pertemuan 1 – 29 September 2020 : 08:00 – 12:00 : Prinsip Dasar; Kebiasaan 1
  • Pertemuan 2 – 30 September 2020 : 08:00 – 12:00 : Kebiasaan 2 ; Kebiasaan 3
  • Pertemuan 3 – 1 Oktober 2020 : 08:00 – 12:00 : Kebiasaan 4 ; Kebiasaan 5
  • Pertemuan 4 – 2 Oktober 2020 : 07:30 – 11:30 : Kebiasaan 6 ; Kebiasaan 7

Beberapa resume materi Hari #1 sebagai berikut :

Dr. Stephen R. Covey diakui sebagai salah satu dari dua puluh lima orang Amerika paling berpengaruh di majalah TIME, Stephen Covey adalah pakar kepemimpinan yang disegani secara internasional, pakar keluarga, guru, konsultan organisasi, dan penulis. Buku-bukunya telah terjual lebih dari 40 juta kopi dalam 50 bahasa, dan 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif dinobatkan sebagai Buku Bisnis Paling Berpengaruh No.1 di abad ke-20. Stephen Covey meninggal pada 16 Juli 2012.

Buku 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif merupakan salah satu hasil riset Dr. Stephen R. Covey mengenai kesuksesan. Beliau melakukan riset literatur dari ratusan buku orang-orang yang sukses dalam berbagai bidang seperti politik, kemasyarakatan, bisnis, keagamaan hingga para penemu dan innovator. Hasil kajian beliau menemukan ada 7 pola yang sama pada mereka yang beliau sarikan sebagai 7 Kebiasaan Yang Sangat Efektif.

Dengan menjalankan 7 Kebiasaan Yang Sangat Efektif, Anda akan dapat menjalani hidup dengan cara yang benar-benar efektif. Kebiasaan-kebiasaan ini saling menopang, menciptakan proses kesadaran diri, pertumbuhan dan perkembangan.  Individu-individu yang efektif memiliki kebiasaan yang efektif pula. Kebiasaan adalah pola perilaku dan mengekspresikan karakter Anda. Kebiasaan Anda dapat memberikan hasil yang efektif—atau sebaliknya. Ketika individu menjadi lebih efektif, mereka tumbuh dan berkembang menuju kesalingtergantungan—mampu bekerja sama dengan orang lain dengan lebih baik. Dengan menjalankan 7 Kebiasaan, Anda akan lebih efektif dalam menjalani hal-hal yang paling penting bagi Anda.

 

Habit 1 Menjadi Proaktif memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Berhenti Sejenak Sebelum Memberikan Respon
  2. Gunakan Bahasa Proaktif
  3. Fokus Pada Lingkaran Pengaruh

Contoh Bahasa Proaktif:

  • “Saya Bisa”, “Saya Memilih”, “Saya menyesal, maafkan saya”, “Saya bisa menyelesaikannya”, “Pasti ada yang bisa kita lakukan”
  • Anda menjadi proaktif jika : tetap tenang, fokus pada solusi, dan bertanggung jawab

Contoh Bahasa Reaktif:

  • “Saya tidak bisa”, “Itu bukan pilihan saya”, “Itu bukan salah saya”, “Saya harus..”, “Kita tidak punya pilihan lain”, “Tidak ada yang bisa kita lakukan”, “Saya mah apa atuh cuma bubuk rangginang”.
  • Anda menjadi reaktif jika : “marah dan mengatakan hal-hal yang akan anda sesali”, “tidak bertanggung jawab dengan tindakan anda”, “menyalahkan orang lain dan lingkungan”.

Ubah Paradigma dengan tahapan : Lihat/See – Lakukan/Do – Dapatkan/Get

Jika kita tidak bisa mengubah lingkungan kepedulian, cobalah dengan mengubah lingkungan pengaruh, kumpulan data dan penuhi kebutuhan jadilah proaktif dengan tujuan mencari solusi. (YDI)

 

 

 

 

 

 

Serunya Menghadiri World Right To Know Day 2020 secara Daring

Tahun ini Kembali Komisi Informasi Pusat (KIP) menyelenggarakan peringatan World Right To Know Day (RTKD) 2020 atau Peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia secara daring menggunakan platform zoom dan live youtube di channel Komisi Informasi Pusat (28/9).
Dalam sambutannya Sekretaris Komisi Informasi Pusat, MH Munzaer menyampaikan bahwa fokus peringatan RTKD kali ini adalah Tantangan dan Strategi Keterbukaan Informasi Publik dengan Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Indonesia merupakan negara kelima di Asia yang menjalankan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik. Dengan adanya peringatan Hari Hak untuk Tahu ini diharapkan dapat mencerdaskan seluruh masyarakat dunia terhadap pentingnya informasi publik,” jelasnya.

Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana dalam sambutannya menyatakan bahwa Keterbukaan Informasi Publik dapat neningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Dengan momentum Hari Hak untuk Tahu ini, mari kita laksanakan keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat meningkat kesejahteraannya,” ungkapnya.

Wakil Presiden Republik Indonesia Prof Dr KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara kunci menyampaikan bahwa Keterbukaan Informasi Publik (KIP) merupakan komitmen untuk melaksanakan pembangunan nasional, KIP merupakan elemen yang baik dan bersih sebagai jaminan bagi warga negara untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, serta menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia secara transparan dan akuntabel. “KIP sebagai ruh demokrasi yang mengutamakan akuntabilitas dan transparansi” ujarnya.

Di penghujung sambutannya ia mengajak dan mengingatkan semangat gotong royong untuk menanggulangi berbagai masalah bersama di masa pandemi ini. “Badan publik harus mengambil peran mengedukasi masyarakat agar Hak untuk Tahu dipahami masyarakat luar. Perlu dilakukan akselerasi peningkatan pengetahuan KIP agar kesadaran masyarakat meningkat dan berpartisipasi aktif sesuai bidang masing-masing, ” ungkapnya.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Arif Satria sebagai wakil badan publik dengan predikat Informatif menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia melalui tayangan video. “IPB membuka informasi publik karena penting, sebagai bukti pertanggungjawaban IPB sebagai badan publik agar senantiasa publik tahu tentang apa-apa yang telah dikerjakan, yang telah dicapai dan yang ada di IPB. Informasi tersebut khususnya adalah inovasi IPB yang telah dikembangkan dan diperlukan bagi perkembangann masyarakat. Selamat memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia, Buka Informasi Publik, Hak anda Untuk Tahu,” ungkapnya. Continue reading

Antisipasi Low Back Pain dalam Dunia Kerja di IPB University

Hasil analis Medical Checkup tahun 2018 terhadap seluruh pegawai IPB menunjukkan bahwa keluhan terbesar yang dialami adalah nyeri pinggang atau dalam istilah kedokteran disebut Low Back Pain (LBP). Direktorat Sumberdaya Manusia (Dit SDM) IPB University bekerjasama dengan PT Asuransi Takaful Keluarga menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk “tetap sehat dan bugar di usia lanjut” dengan tema ‘Antisipasi Low Back Pain (Nyeri Pinggang)’ bertempat di RS Senat Gedung Rektorat lantai enam (15/8).

Narasumber dalam seminar ini menghadirkan dr. Yenni, Sp.KFR yaitu seorang spesialis kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Rumah Sakit Vania salah satu provider dari PT Asuransi Takaful. Menurut dr Yenni beberapa faktor resiko LBP terjadi pada beberapa kondisi yaitu sering angkat berat, pekerjaan menarik atau mendorong benda berat, sering duduk dalam waktu lama, menggunakan sepatu dengan hak  tinggi, postur tubuh yang  salah saat duduk, berdiri dan tidur. Selain itu LBP beresiko pula pada orang gemuk, orang tua dan faktor stress. Beberapa penyebab terjadinya LBP yaitu adanya proses penuaan, terjadi peradangan & infeksi, metabolik, keganasan, trauma, kejiwaan, postural dan mekanik. Keluhan penderita LBP adalah nyeri pada daerah punggung dan  pinggang, lipatan paha dan menjalar sampai tungkai-kaki. Keluhan lain yaitu kram pada tungkai- kaki  dan kelemahan pada tungkai-kaki. “Untuk mencegah LBP ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu lakukan proteksi punggung bawah, harus selalu diingat punggung bawah kita berada dalam keadaan selalu lurus. Jangan berada pada posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama. Hindari stress/ kecemasan berlebihan dan kelelahan. Bila sudah mengalami nyeri punggung bawah , datang ke dokter SpKFR untuk melakukan pemeriksaan. Perbaiki nutrisi, hindari berat badan yang berlebihan. Jangan melakukan olah raga yang berat terutama bagi lansia pilih olahraga yang tidak membutuhkan gerakan berlebihan seperti aerobic. Dan tidur di kasur yang padat” ujarnya.

Faktor ergonomis juga berpengaruh terhadap resiko LBP mengingat kebanyakan pegawai bekerja dibelakang meja dan menghadapi komputer. Tips posisi duduk yang baik menurut dr Yenni adalah kepala tidak menunduk, posisi bahu yang santai, posisi punggung yang tertopang, pandangan sejajar dengan komputer, tangan sejajar lengan bawah, gunakan bantalan yang lunak untuk menopang paha bagian bawah, kaki pada bantalan kaki, atur posisi benda dalam jangkauan, dan tinggi monitor sejajar dengan pandangan dan lengan.

Jika terjadi kondisi akut yang harus dilakukan adalah perbanyak istirahat, kompres es, korset,  exercise lebih baik berenang, dan modalitas. Modalitas dapat menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Microwave Diathermy, Infra Red atau Ultrasound Diathermy. Ramalan tentang peristiwa yang akan terjadi, khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi (Prognosis) LBP akut cukup baik, yaitu 60% penderita LBP akut biasanya kembali ke fungsinya semula dalam 1 bulan dan LBP sub akut 90% penderita kembali ke fungsinya dalam 3 bulan, sedangkan penderita LBP kronik sedikit kemungkinan untuk membaik. Untuk mencegah LBP dr Yenni berpesan “agar selalu memperhatikan postur tubuh yang benar, meningkatkan kekuatan dan ketahanan tubuh dapat mencegah terjadinya LBP dan mencegah trauma lebih lanjut. Dan lakukan proteksi pinggang dalam kegiatan atau pekerjaan sehari-hari” tegasnya.

Direktur SDM IPB University, Dr.Ir. Titik Sumarti M.C., M.S. menyampaikan bahwa profil pekerja di IPB yang lebih banyak bekerja di belakang meja dan pekerjaan fisik lainnya membutuhkan keseimbangan agar terhindar dari LBP. “Kegiatan ini merupakan inisiasi proses penyadaran tidak hanya bagi lansia, namun juga tindakan pencegahan lebih awal supaya kita bisa mengantisipasi agar kita bisa bekerja lebih sehat” ujarnya. (YDI)

Keyword : Low Back Pain, LBP, Antisipasi, Nyeri Pinggang, Pegawai IPB University

Andamaru Jayantara IPB University Angkatan 56 Dibekali Ilmu Bela Negara oleh TNI dan POLRI

Masih dalam rangkaian kegiatan Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University, kali ini diselenggarakan TalkShow bertajuk Bela Negara dengan menghadirkan TNI dan POLRI yang bertempat di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus Dramaga Bogor (8/8). Danjen Akademik, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Madya Aan Kurnia, Ssos dalam talkshow yang dipandu oleh Presma IPB Tahun 2017 Panji Laksono membahas tentang Nasionalisme dan Generasi Muda. Beliau menyatakan bahwa belajar di IPB juga merupakan wujud bela negara, “karena bela negara tidak hanya dilakukan oleh teman-teman kalian yang belajar di TNI POLRI, tapi kalian dengan disiplin dan belajar yang baik itu juga salah satu bela negara” ujarnya.  Kekayaan alam hayati dan mineral di Indonesia yang berada pada posisi ring of fire dan berbagai ancaman terhadap Indonesia menjadi salah satu topik yang dibahas. Globalisasi dan modernisasi telah menyebabkan kulturisasi yang berkembang saat ini menjadi ancaman dan merusak budaya Indonesia yang sudah hebat.  “kalian sebagai intelektual harus bisa menjadi teladan dan contoh yang baik di lingkungan masing-masing, kalian harus beda dengan saudara-saudara kalian yang tidak mendapat kesempatan kuliah di IPB ini” ujarnya. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa IPB yang berjumlah sekitar 4000 orang ini untuk mengembalikan kejayaan Indonesia “kita kembalikan lagi Indonesia menjadi negara yang ramah, yang mampu mempertahankan budaya bangsanya. Menghormati orang tua dan senior kalian. Kalian angkatan 56 harus mampu menjadi contoh dan pelopor dan mampu menularkan kebaikan. Indonesia adalah rumah dan masa depan kalian, jadilah generasi yang terdepan” tegasnya.

Talkshow selanjutnya disampaikan oleh Kabaintelkam Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Komjen Pol. Drs. Agung Budi Maryanto, MSi yang menyampaikan tentang Merawat Kebhinekaan Dalam Rangka Bela Negara. “IPB merupakan salah satu kampus yang paling maju di Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjaga agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia” ujarnya.  Beliau berpesan agar Mahasiswa IPB harus mampu mengelola agar tidak terjadi konflik diantara sesama, jangan perbesar perbedaannya melainkan angkat persamaannya, “wah dasar orang pertanian, dasar orang teknologi, jangan seperti itu, tapi hei kita sama-sama adalah IPB, itu sebagai contoh” ujarnya. Dalam kesempatan ini beliau membagikan 5 flash card yang masing-masing berisi nominal satu juta rupiah yang diberikan kepada mahasiswa baru yang mampu menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan yaitu tanggal lahir IPB, Moto IPB terbaru, dan jumlah fakultas di IPB. Beliau berpesan agar mahasiswa IPB dapat menjaga persatuan dan tidak mudah menshare informasi yang belum diketahui kebenarannya. “Jika kita tidak bisa bersatu, bangsa kita bisa menjadi seperti yang terjadi di negara-negara yang syarat konflik agama dan perpecahan” tegasnya. Beliau mengajak seluruh mahasiswa IPB University untuk bersama-sama merawat dan menjaga kebhinekaan dalam rangka bela negara dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI.

Disela-sela menunggu hadirnya narasumber acara diawali dengan perang jargon antar narendra (pemimpin kelopok jayantara) yang terdiri dari kelompok hijau aruma, kelompok merah megatorka, kelompok biru wastra, kelompok kuning artha, dan kelompok ungu baylimu jayantara. Penamaan Andamaru Jayantara untuk mahasiswa baru angkatan 56 ini memiliki arti filosofis yaitu Andamaru berasal dari kata “Andamar” yang berarti pelita dan “Ru” yang berarti orang yang membawa terang, sedangkan “Jayantara” merupakan singkatan dari “Kejayaan Pertanian Nusantara”. Nama “Andamaru Jayantara” diberikan kepada Angkatan 56 IPB dengan harapan dapat membawa perubahan pada kondisi pertanian Indonesia saat ini, seperti halnya pelita yang menerangi kegelapan sehingga dapat menjadikan pertanian Indonesia mencapai masa kejayaan. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Pertanian Indonesia. (YDI)

Keyword: Masa Pengenalan Mahasiswa Baru, MPKMB, Bela Negara, Andamaru Jayantara, Hidup Mahasiswa, Pertanian Indonesia Digjaya, Mahasiswa IPB Hebat

Dosen Sekolah Vokasi IPB University Terima Penghargaan Anugerah INOVASI Jawa Barat 2019 melalui Aplikasi mobile Madsaz

Medhanita Dewi Renanti, S.Kom, M.Kom seorang Dosen Sekolah Vokasi IPB University terinspirasi dari kehamilan anak pertamanya untuk mengembangkan aplikasi Madsaz yang dapat menerjemahkan tangis bayi usia 0-3 bulan versi Dunstan Baby Language. Aplikasi ini bisa menerjemahkan 5 jenis tangisan bayi yaitu bayi lapar, bayi lelah atau mengantuk, bayi ingin bersendawa, bayi masuk angin atau perut kembung dan bayi yang tidak nyaman (karena popok basah, udara terlalu panas atau dingin atau hal lain). Tangisan bayi tersebut bersifat universal/sama, meskipun berbeda negara, suku bangsa, dan bahasa.

Dunstan Baby Language merupakan bahasa bayi yang diklasifikasikan oleh Priscilla Dunstan, musisi asal Australia yang mempunyai bakat mengingat semua jenis suara atau yang dikenal dengan sound photograph.  Delapan tahun Priscilla meneliti dari tahun 1998  dan mengumpulkan bayi-bayi dari berbagai negara, suku bangsa,  dan bahasa. Priscilla menemukan suatu bahasa yang sama yang digunakan bayi-bayi tersebut untuk berkomunikasi yang disebut Dunstan Baby Language (DBL).  Klasifikasi DBL antara lain, tangis bayi: “neh” yang berarti lapar, “owh” berarti lelah yang mengindikasikan bayi mulai mengantuk, “eh” berarti ingin sendawa, “eairh” berarti masuk angin (perut kembung), “heh” berarti bayi merasa tidak nyaman (bisa karena popoknya basah, udara terlalu panas atau dingin, atau hal lainnya).

Aplikasi yang dikembangkan Medhanita diujikan pula pada anaknya “Jadi ketika anak saya menangis, saya coba identifikasi kira-kira jika nangisnya seperti ini, bayi ini gini ga ya (sesuai ilmu yang saya dapatkan seminar waktu itu).  Ketika saya sudah belajar DBL, saya merasa lebih pede saja ketika bayi saya menangis, minimal sudah punya dugaan awal mengapa bayi saya menangis. Saya punya tindakan yang tepat ketika bayi saya menangis waktu itu. Awal masuk kuliah saya sudah berdiskusi dengan salah satu dosen S2 Bapak Prof Agus Buono yang pada akhirnya beliau menjadi dosen pembimbing pertama saya untuk tesis. Di awal semester saya sudah mulai mengambil data-data tangis bayi. Sekitar bulan April Tahun 2013, Alhamdulillah software penerjemah tangis versi dekstop berhasil dibuat dengan akurasi 94% (belum android). Waktu itu saya menggunakan 140 tangis bayi sebagai data latih dan 35 tangis bayi sebagai data uji. Setelah saya menyeminarkan aplikasi saya tersebut ternyata banyak teman-teman, saudara-saudara, para mahasiswa, masyarakat yang tertarik terhadap penelitian saya dan meminta supaya cepat dibuatkan versi androidnya. Waktu itu pengujian software dilakukan kepada bayi-bayi saudara-saudara dan teman-teman” ujarnya.  Penemuannya ini banyak mendapat respon postif dari berbagai pihak dan hal ini mendorongnya untuk mengembangkannya dalam versi android di tahun 2014. Setelah melalui berbagai penyempurnaan pada tanggal 2 November 2018 aplikasi tersebut launching perdana di playstore dengan nama Madsaz. “Nama Madsaz diambil dari nama saya, suami, dan anak saya” tambah Dosen yang mengajar Sistem Informasi di Sekolah Vokasi IPB University ini.

Aplikasi Madsaz merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang mampu menerjemahkan tangisan bayi usia 0-3 bulan (bersifat universal walaupun berbeda negara, suku bangsa, dan bahasa) dengan tingkat akurasi hingga 94%. Sedangkan untuk bayi berusia 4 bulan ke atas akan berbeda-beda, tergantung pada lingkungan dan kebudayaan masing-masing. Aplikasi ini GRATIS, bisa diunduh di playstore. Manfaat yang diperoleh adalah: para orang tua yang baru mempunyai anak dapat dengan cepat dan mudah mengetahui arti tangisan bayinya. Hal ini membuat orang tua merasa lebih percaya diri dalam mengasuh bayinya sehingga tingkat stres mereka berkurang signifikan. Di sisi lain, bayi cepat tenang karena orang tua dapat mengambil tindakan yang tepat berdasarkan arti tangisan bayinya. Aplikasi ini tersedia dalam dua bahasa, Indonesia dan English. Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah yaitu dengan menekan tulisan ”REKAM” (IN) atau “RECORD”(EN) ketika bayi menangis. Output/arti tangis bayi akan ditampilkan di layar HP dalam waktu kurang lebih 20 detik setelah proses perekaman (button berwarna pink untuk klasifikasi output yang dihasilkan). Selain menampilkan arti tangis bayi, aplikasi ini akan menampilkan solusi yang dapat dilakukan oleh orang dewasa kepada bayi sesuai dengan klasifikasi tangisannya. Dan sampai saat ini pengunduh sudah mencapai 33.960 dari 109 negara.

Anugerah INOVASI Jawa Barat diraihnya setelah aplikasi mempunyai rating 4,41 dan diunduh oleh berbagai pengguna. Tahap awal pengumpulkan dokumen dilakukan pada 20 Mei 2019. Dari 96 peserta hanya diambil 11 kandidat yang dipilih dan salah satunya adalah Madsaz. Selanjutnya persentasi di lakukan pada tanggal 29 Juni 2019 dan pemenang diumumkan pada tanggal 1 Agustus. Madsaz meraih pemenang anugerah inovasi (pemenang bersama diambil 3 orang, jadi bukan juara 1,2,3).

Kedepan Medhanita berharap aplikasi ini akan dikembangkan dalam 6 bahasa (saat ini baru 2 ada bahasa Indonesia dan Inggris), memperbaiki akurasi dengan menggunakan metode yang berbeda, membuat device, dan mengombinasikan image dan voice recognition. “Nilai strategis dari aplikasi yang saya kembangkan ini adalah masyarakat akan lebih mengenal inovasi IPB University lebih jauh tentang perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam pengembangan ilmu pertanian dalam arti luas menghadapi revolusi industri 4.0” tegasnya. (YDI)

 

Keyword :
Aplikasi Android, Madsaz, Identifikasi Tangis Bayi, Kecerdasan Buatan, Dosen IPB University, Sekolah Vokasi

 

 

 

Kontribusi IPB University dalam Pembangunan Kota Bogor sebagai Kota Keluarga

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB Univeristy menggelar Seminar Internasional bertema The 2nd International Seminar on Family and Consumer Issues in Asia Pacific (ISFCI) pada tanggal 5-6 Agustus 2019 bertempat di Ruang Kuliah Gedung C Sekolah Bisnis (SB), IPB University.

Acara yang dihadiri oleh peserta dari Indonesia, Malaysia, Korea dan Jepang ini dibuka oleh Walikota Bogor, Bima Arya. Dalam sambutannya Walikota Bogor sangat  bangga dengan prestasi yang dicapai IPB University saat ini dan sangat mendukung acara yang akan melahirkan kontribusi dalam pembangunan ketahanan keluarga. “Kota Bogor saat ini sedang mengembangkan Program Sekolah Ibu yang merupakan kerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia dibawah pimpinan Prof. Ujang Sumarwan beserta timnya. Dimana program ini mengumpulkan ribuan ibu-ibu di Bogor dengan tujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Sekolah Ibu dibuat untuk menyelamatkan keluarga dari permasalahan sekaligus meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga dan mendidik putra-putri mereka and dealing with her husband too. Berbicara tentang keluarga tidak hanya membahas infrastruktur melainkan ada faktor lain yang harus diperhatikan yaitu aspek spikologis keluarga” ujarnya. Beliau mengatakan bahwa Sekolah Ibu merupakan langkah awal mewujudkan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga dan Kota Ramah Anak. Di penghujung sambutannya Bima Arya mengundang seluruh peserta dan narasumber untuk menikmati fasilitas yang tersedia di Bogor, termasuk wisata kulinernya seperti soto bogor, roti unyil, asinan, toge bogor, dan jajanan khas Bogor lainnya. Penyuka olahraga lari ini pun mengundang peserta untuk lari bersama di lapangan sempur dan Kebun Raya Bogor.

Narasumber yang dihadirkan dalam seminar nasional ini adalah para pengajar dan praktisi ilmu keluarga dan konsumen dari beberapa negara. Yasuyuki Takahashi dari University of Niigata Prefecture, Jepang membahas tentang Challenging Child Issues in Japan dan Dr Youjeong Park dari Seoul National University membahas tentang Challenging Child Issues in South Korea. Sesi ini dimoderatori oleh Dr Dwi Hastuti dosen Departemen IKK FEMA IPB University. Pada sesi berikutnya pembicara dari University Putra Malaysia Profesor Tengku Aizan dan Dr Jaerim Lee dari Seoul National University membahas tentang Challenging Familiy Issues in Malaysia dan South Korea. Sesi ini dimoderatori oleh Dr Muslihah dari University Putra Malaysia (UPM). Sesi terakhir menghadirkan Dekan FEMA IPB University Prof Ujang Sumarwan dan Prof John Brady, T. PhD dari Seoul National University membahas tentang Challenging Consumer Issues in Indonesia dan Global.

Dekan FEMA, Prof. Ujang Sumarwan dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun para pakar bidang studi keluarga, perkembangan anak, dan konsumen. Diharapkan muncul pemikiran-pemikiran bagaimana membantu keluarga dan anggota keluarga untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul di era digital. Sering kali keluarga tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Bantuan dari berbagai pihak dan salah satunya adalah dari para pakar sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan dalam keluarga.

Kiprah IPB University dalam mendukung kota Bogor sebagai Kota Keluarga menjadi salah satu program yang dilakukan oleh FEMA melalui dialog-dialog keilmuan dengan Pemerintah Kota Bogor. “Bogor ini menjadi salah satu kota yang sangat responsif untuk pembangunan keluarga dalam visinya. Saya fikir ini unik, kemungkinan Bogor ini satu-satunya kota di Indonesia yang secara tegas menempatkan keluarga dalam visinya. Dalam berbagai aspek semua pembangunan dilihat dari sudut kacamata keluarga” tambahnya. (YDI)

Dua Dosen Fakultas Kehutanan IPB University Terima Penghargaan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019

 

Guru Besar Perlindungan Hutan, Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo, M.Agr dan Dr Ir Basuki Wasis, dari Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB University mendapatkan penghargaan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rasio Ridho Sani saat acara Penegakan Hukum (Gakkum) Festival 2019 di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta (25/7). Penghargaan ini diberikan karena jasa, pengabdian, dedikasi dan dukungannya dalam upaya penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.

Kiprah Prof Bambang dalam penegakan hukum lingkungan hidup sudah dimulai sejak tahun 2000 dan bergulir hingga kini. Paling tidak sudah 20 tahun Prof Bambang aktif di bidang yang digelutinya.

Prof Bambang selalu mampu mengungkapkan fakta lapangan dengan menggunakan informasi dan teknologi terkini yang tersedia. Seluruh informasi yang dihasilkan melalui data satelit dan fakta lapangan yang didapatkan tersebut menjadi bukti di persidangan yang dikenal dengan istilah bukti ilmiah atau scientific evidence.

“Bukti ilmiah menjadi salah satu syarat penting dalam mengungkap terjadinya kerusakan lingkungan yang terjadi seperti yang tertuang dalam Keputusan Ketua Mahkamah Agung No. 36 tahun 2013 tentang pemberlakuan pedoman penanganan perkara lingkungan hidup. Sejak tahun 2000 hingga tahun 2019 ini, paling tidak saya sudah ikut terlibat dalam penanganan perkara lingkungan sekitar 500 kasus, baik yang ditangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) saat itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bareskrim Mabes Polri, Polda, dan Polres serta Polsek, khususnya di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Kehadiran saya dalam upaya penegakan hukum lingkungan tersebut tentu saja melalui kepakaran yang saya miliki. Total budget yang dihasilkan dari kerugian lingkungan dan pemulihan atas perusakan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi hampir 20 triliun rupiah. Keputusan ini sudah berkekuatan hukum tetap dan mereka wajib membayarnya Khususnya untuk perkara perdata lingkungan hidup. Proses eksekusi terhadap putusan tersebut sedang berproses dan sebagian sudah dieksekusi,” ujarnya.

Ketika pengumuman penghargaan ini diturunkan oleh KLHK RI, Prof Bambang sedang berada di Johor Bahru untuk menghadiri International Conference tentang Land-Cover and Land-Use Change (LCLUC).  Menurutnya penghargaan yang diterima oleh dosen IPB University ini memiliki nilai strategis terhadap pencitraan IPB University sebagai perguruan tinggi negeri yang sangat diperhitungkan dengan kehadiran pakarnya. Ini juga upaya penyelamatan lingkungan hidup dan kehutanan dari ancaman bahaya kerusakan lingkungan hidup yang semakin menguat.

“Dengan berbagai modus operandi terkini dalam perusakan lingkungan hidup dan kehutanan, kehadiran ahli IPB University sangat diperlukan untuk menekan laju perusakan tersebut. Berhasilnya upaya penyelamatan lingkungan hidup dan kehutanan, pada akhirnya akan berujung pula pada performance Indonesia menjadi lebih baik dalam menciptakan lingkungan yang baik, apakah itu ke dalam negeri maupun keluar negeri. Harapan saya dengan adanya penghargaan tersebut adalah saya masih bisa berkiprah untuk memberikan hak konstitusi masyarakat terhadap lingkungan yang baik dan hidup yang  sehat. Selain itu melalui penghargaan tersebut juga merupakan bukti komitmen IPB University dalam ikut menciptakan lingkungan yang lebih baik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia dan itu diakui oleh kementerian yang paling bertanggungjawab terhadap lingkungan hidup dan kehutanan,” tambahnya.

Selain sebagai anggota Dewan Guru Besar (DGB), Prof Bambang Hero juga menempati berbagai posisi strategis antara lain sebagai Chair for Southeast Asia Wildland Fire Network-UNISDR, Executive Director Regional Fire Management Resource Center-Southeast Asia (RFMRC-SEA), dan Indonesian Co-Chair, IPB University-University Maryand-USA Peat Fire Research Project Funded by NASA.

Sementara itu, Dr Basuki Wasis menyampaikan hal senada tentang capaian penghargaan yang diterimanya. Menurutnya penghargaan ini akan lebih memotivasinya untuk konsisten dan lebih semangat dalam perjuangan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.

“Saya harap penghargaan ini juga dapat memotivasi para akademisi dan masyarakat dalam memperjuangkan lingkungan hidup dan kehutanan yang baik dan sehat. Ini momentum kebangkitan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia,” ujarnya.(YDI/dh/Zul)

Keyword: Prof Bambang Hero, Dr Basuki Wasis, Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penghargaan, Fakultas Kehutanan IPB University

Fortendik IPB University Persiapkan Kompetensi ASN Jabatan Fungsional di Era Industri 4.0

Mesin Perguruan Tinggi tidak dapat dipisahkan dari Tenaga Kependidikan karena perannya sebagai perangkat sentral di era ketidakpastian sekarang ini yang cepat, penuh kompleksitas, dan penuh abiguitas. Hal itu disampaikan Rektor IPB, Dr Arif Satria dalam pembukaan acara Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional dengan tema “Strategi Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Jabatan Fungsional di Era Industri 4.0” (25-26/7) bertempat di Gedung Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit Fakultas Peternakan IPB University.

Arif Satria menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Fortendik IPB yang dihadiri oleh tendik di perguruan tinggi dan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia “ini adalah momentum yang sangat baik sekali dan upaya kita untuk mengubah mindset dan skill yang ada karena yang diperlukan dalam era ketidakpastian ini adalah mengubah mindset yang ada, secara pribadi kita sudah berubah namun perubahan tersebut belum tercermin dalam perubahan institusi. Perubahan Institusi meliputi perubahan aturan main, cara kerja dan segala sesuatunya berubah mengikuti arah perubahan diluar yang cepat dan berorientasi pada kecepatan dan masa depan. Saat ini kondisi kita adalah pada posisi stagnan, dimana inability to escape from the past and inability to face the future (ketidakmampuan keluar dari masa lalu dan ketidakmampuan menghadapi masa depan)”. Menurutnya IPB sudah mempersiapkan berbagai aplikasi online berbasis android untuk menghadapi perubahan di era industri saat ini hal ini menjadi basis bagi pimpinan untuk memutuskan pengambilan keputusan secara cepat dan real time berbasis data yang ada. “Proses transformasi governance di perguruan tiggi menurut saya adalah proses yang sangat-sangat penting karena dosen adalah mesin untuk pembelajaran, dan tendik sebagai mesin birokrasi dan organisasi, sehingga kelincahan menjadi sangat penting, mampu beradaptasi dan skill harus semakin meningkat” tambahnya.

Rektor IPB berharap di era baru ini seluruh pihak dapat melakukan kolaborasi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan masa depan. “Kita akan mampu bekerja dan mengendalikan teknologi di masa depan, pro kepada masa depan dan pro pada perubahan” pungkasnya.

Ketua Panitia Semhas sekaligus Ketua Fortendik IPB University, Sofyan, Ssi, MSi dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman arah kebijakan pimpinan instansi untuk peningkatan kualitas ASN pada jabatan fungsional. Memberikan gambaran tentang strategi pimpinan untuk peningkatan profesionalisme dan kompetensi ASN pada jabatan fungsional di era 4.0. Sebagai ajang bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam lingkup nasional. Memfasilitasi ASN pada jabatan fungsional untuk menyampaikan hasil penelitian atau karya inovasinya dalam bentuk karya tulis ilmiah untuk menunjang peningkatan karir ASN dalam bentuk prosiding.

Acara semhas ini diikuti oleh berbagai jenis jabatan fungsional. Keseluruhan peserta yang hadir sebanyak 372, meliputi 181 peserta internal IPB, 71 berasal dari instansi dan perguruan tinggi, dan berdasarkan jenis jabatan fungsional terdiri dari 115 Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), 108 Arsiparis, 29 Analis Kepegawaian, 41 Pustakawan, 6 Pranata Humas, Pranata Komputer, Nutrisionis, Widyaiswara, Pranata Kesehatan, dan Jabatan Fungsional Umum.

Acara yang digelar selama dua hari ini menghadirkan para narasumber eksternal pada sesi panel dan dimoderatori oleh Direktur SDM IPB University, Dr. Ir. Titik Sumarti, MC, MS. Sebagai pemateri pertama Direktur Karir dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya IPTEK DIKTI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, MPd, MA, menyatakan bahwa Kemristekdikti memiliki berbagai program yang dapat diikuti oleh tenaga kependidikan yaitu dalam bentuk beasiswa, publikasi, bimtek/diklat, magang, sertifikasi, NITK (Nomor Induk Tenaga Kependidikan), PAK (Penyusunan Angka Kredit) Online, Dana Riset dan Short Courses. Pada materi selanjutnya Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra Opong Sumiati, MSi, memaparkan program kerja yang akan segera dilaksanakan untuk tenaga kependidikan antara lain Diklat Fungsional dan Teknis dan Bimtek yang dapat diikuti oleh 5000 tenaga perpustakaan umum dan 4000 untuk pustakawan sekolah. Pada sesi selanjutnya pemateri yang dihadirkan adalah Sekretaris Utama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang sudah berkarir selama 23 tahun dibidangnya, menurutnya bahwa IPB termasuk beruntung karena tendiknya paling rajin menyelenggarakan acara seperti ini, selain itu menurutnya jabatan fungsional PLP dan Pustakawannya sudah berjalan dengan baik.

Sesi ini diakhiri dengan materi yang disampaikan oleh Direktur Jabatan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Aidu Tauhid, SE, MSi. Selanjutnya pada sesi siang dan pagi hari berikutnya, pada sesi paralel diisi oleh pemateri ilmiah dari berbagai jabatan fungsional yang hadir. Khusus untuk jabatan fungsional PLP pada sesi paralel dibagi menjadi tiga bidang yaitu Biologi, Kimia dan Fisika. Sofyan selaku ketua panitia menyatakan bahwa kesuksesan acara yang digelar ini karena adanya dukungan dari berbagai pihak “acara ini didukung oleh para pimpinan IPB University meliputi Rektor, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Direktur SDM, dan para sponsor meliputi PT Sinergi Mitra Analitika, Pamerindo Indonesia International Specialised Exhibitions, PT Garendra Lautan Utama, PT BPRS Bina Rahmah, Bank BJB Syariah, Bank BNI, dan pihak lain yang tidak dapat diucapkan satu-persatu. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan ini dan kami ucapkan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini” pungkasnya. (YDI)

« Older posts

© 2020 Yulia Dwi Indriani

Theme by Anders NorenUp ↑