Hasil analis Medical Checkup tahun 2018 terhadap seluruh pegawai IPB menunjukkan bahwa keluhan terbesar yang dialami adalah nyeri pinggang atau dalam istilah kedokteran disebut Low Back Pain (LBP). Direktorat Sumberdaya Manusia (Dit SDM) IPB University bekerjasama dengan PT Asuransi Takaful Keluarga menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk “tetap sehat dan bugar di usia lanjut” dengan tema ‘Antisipasi Low Back Pain (Nyeri Pinggang)’ bertempat di RS Senat Gedung Rektorat lantai enam (15/8).

Narasumber dalam seminar ini menghadirkan dr. Yenni, Sp.KFR yaitu seorang spesialis kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Rumah Sakit Vania salah satu provider dari PT Asuransi Takaful. Menurut dr Yenni beberapa faktor resiko LBP terjadi pada beberapa kondisi yaitu sering angkat berat, pekerjaan menarik atau mendorong benda berat, sering duduk dalam waktu lama, menggunakan sepatu dengan hak  tinggi, postur tubuh yang  salah saat duduk, berdiri dan tidur. Selain itu LBP beresiko pula pada orang gemuk, orang tua dan faktor stress. Beberapa penyebab terjadinya LBP yaitu adanya proses penuaan, terjadi peradangan & infeksi, metabolik, keganasan, trauma, kejiwaan, postural dan mekanik. Keluhan penderita LBP adalah nyeri pada daerah punggung dan  pinggang, lipatan paha dan menjalar sampai tungkai-kaki. Keluhan lain yaitu kram pada tungkai- kaki  dan kelemahan pada tungkai-kaki. “Untuk mencegah LBP ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu lakukan proteksi punggung bawah, harus selalu diingat punggung bawah kita berada dalam keadaan selalu lurus. Jangan berada pada posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama. Hindari stress/ kecemasan berlebihan dan kelelahan. Bila sudah mengalami nyeri punggung bawah , datang ke dokter SpKFR untuk melakukan pemeriksaan. Perbaiki nutrisi, hindari berat badan yang berlebihan. Jangan melakukan olah raga yang berat terutama bagi lansia pilih olahraga yang tidak membutuhkan gerakan berlebihan seperti aerobic. Dan tidur di kasur yang padat” ujarnya.

Faktor ergonomis juga berpengaruh terhadap resiko LBP mengingat kebanyakan pegawai bekerja dibelakang meja dan menghadapi komputer. Tips posisi duduk yang baik menurut dr Yenni adalah kepala tidak menunduk, posisi bahu yang santai, posisi punggung yang tertopang, pandangan sejajar dengan komputer, tangan sejajar lengan bawah, gunakan bantalan yang lunak untuk menopang paha bagian bawah, kaki pada bantalan kaki, atur posisi benda dalam jangkauan, dan tinggi monitor sejajar dengan pandangan dan lengan.

Jika terjadi kondisi akut yang harus dilakukan adalah perbanyak istirahat, kompres es, korset,  exercise lebih baik berenang, dan modalitas. Modalitas dapat menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Microwave Diathermy, Infra Red atau Ultrasound Diathermy. Ramalan tentang peristiwa yang akan terjadi, khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi (Prognosis) LBP akut cukup baik, yaitu 60% penderita LBP akut biasanya kembali ke fungsinya semula dalam 1 bulan dan LBP sub akut 90% penderita kembali ke fungsinya dalam 3 bulan, sedangkan penderita LBP kronik sedikit kemungkinan untuk membaik. Untuk mencegah LBP dr Yenni berpesan “agar selalu memperhatikan postur tubuh yang benar, meningkatkan kekuatan dan ketahanan tubuh dapat mencegah terjadinya LBP dan mencegah trauma lebih lanjut. Dan lakukan proteksi pinggang dalam kegiatan atau pekerjaan sehari-hari” tegasnya.

Direktur SDM IPB University, Dr.Ir. Titik Sumarti M.C., M.S. menyampaikan bahwa profil pekerja di IPB yang lebih banyak bekerja di belakang meja dan pekerjaan fisik lainnya membutuhkan keseimbangan agar terhindar dari LBP. “Kegiatan ini merupakan inisiasi proses penyadaran tidak hanya bagi lansia, namun juga tindakan pencegahan lebih awal supaya kita bisa mengantisipasi agar kita bisa bekerja lebih sehat” ujarnya. (YDI)

Keyword : Low Back Pain, LBP, Antisipasi, Nyeri Pinggang, Pegawai IPB University