Masih dalam rangkaian kegiatan Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University, kali ini diselenggarakan TalkShow bertajuk Bela Negara dengan menghadirkan TNI dan POLRI yang bertempat di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus Dramaga Bogor (8/8). Danjen Akademik, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Madya Aan Kurnia, Ssos dalam talkshow yang dipandu oleh Presma IPB Tahun 2017 Panji Laksono membahas tentang Nasionalisme dan Generasi Muda. Beliau menyatakan bahwa belajar di IPB juga merupakan wujud bela negara, “karena bela negara tidak hanya dilakukan oleh teman-teman kalian yang belajar di TNI POLRI, tapi kalian dengan disiplin dan belajar yang baik itu juga salah satu bela negara” ujarnya.  Kekayaan alam hayati dan mineral di Indonesia yang berada pada posisi ring of fire dan berbagai ancaman terhadap Indonesia menjadi salah satu topik yang dibahas. Globalisasi dan modernisasi telah menyebabkan kulturisasi yang berkembang saat ini menjadi ancaman dan merusak budaya Indonesia yang sudah hebat.  “kalian sebagai intelektual harus bisa menjadi teladan dan contoh yang baik di lingkungan masing-masing, kalian harus beda dengan saudara-saudara kalian yang tidak mendapat kesempatan kuliah di IPB ini” ujarnya. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa IPB yang berjumlah sekitar 4000 orang ini untuk mengembalikan kejayaan Indonesia “kita kembalikan lagi Indonesia menjadi negara yang ramah, yang mampu mempertahankan budaya bangsanya. Menghormati orang tua dan senior kalian. Kalian angkatan 56 harus mampu menjadi contoh dan pelopor dan mampu menularkan kebaikan. Indonesia adalah rumah dan masa depan kalian, jadilah generasi yang terdepan” tegasnya.

Talkshow selanjutnya disampaikan oleh Kabaintelkam Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Komjen Pol. Drs. Agung Budi Maryanto, MSi yang menyampaikan tentang Merawat Kebhinekaan Dalam Rangka Bela Negara. “IPB merupakan salah satu kampus yang paling maju di Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjaga agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia” ujarnya.  Beliau berpesan agar Mahasiswa IPB harus mampu mengelola agar tidak terjadi konflik diantara sesama, jangan perbesar perbedaannya melainkan angkat persamaannya, “wah dasar orang pertanian, dasar orang teknologi, jangan seperti itu, tapi hei kita sama-sama adalah IPB, itu sebagai contoh” ujarnya. Dalam kesempatan ini beliau membagikan 5 flash card yang masing-masing berisi nominal satu juta rupiah yang diberikan kepada mahasiswa baru yang mampu menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan yaitu tanggal lahir IPB, Moto IPB terbaru, dan jumlah fakultas di IPB. Beliau berpesan agar mahasiswa IPB dapat menjaga persatuan dan tidak mudah menshare informasi yang belum diketahui kebenarannya. “Jika kita tidak bisa bersatu, bangsa kita bisa menjadi seperti yang terjadi di negara-negara yang syarat konflik agama dan perpecahan” tegasnya. Beliau mengajak seluruh mahasiswa IPB University untuk bersama-sama merawat dan menjaga kebhinekaan dalam rangka bela negara dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI.

Disela-sela menunggu hadirnya narasumber acara diawali dengan perang jargon antar narendra (pemimpin kelopok jayantara) yang terdiri dari kelompok hijau aruma, kelompok merah megatorka, kelompok biru wastra, kelompok kuning artha, dan kelompok ungu baylimu jayantara. Penamaan Andamaru Jayantara untuk mahasiswa baru angkatan 56 ini memiliki arti filosofis yaitu Andamaru berasal dari kata “Andamar” yang berarti pelita dan “Ru” yang berarti orang yang membawa terang, sedangkan “Jayantara” merupakan singkatan dari “Kejayaan Pertanian Nusantara”. Nama “Andamaru Jayantara” diberikan kepada Angkatan 56 IPB dengan harapan dapat membawa perubahan pada kondisi pertanian Indonesia saat ini, seperti halnya pelita yang menerangi kegelapan sehingga dapat menjadikan pertanian Indonesia mencapai masa kejayaan. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Pertanian Indonesia. (YDI)

Keyword: Masa Pengenalan Mahasiswa Baru, MPKMB, Bela Negara, Andamaru Jayantara, Hidup Mahasiswa, Pertanian Indonesia Digjaya, Mahasiswa IPB Hebat