• Parenting Lesson # Kisah anak pendiam di Sekolah

    Kisah ini sangat menginspirasi, karena Nawwaf anak ke-2 kami agak mencengangkan ketika mendapat laporan dari sekolah, padahal di rumah..aktifnya paling amazing dibandingkan kakak dan adiknya, baik kecerdasan verbal maupun kinesthetic nya. Tapi memang orang tua tidak boleh berhenti belajar dan berhenti berjuang demi kebaikan dan kesuksesan buah hatinya .. mari kita simak bersama artikel dibawah ini :

    Kisah anak pendiam di Sekolah Semai

    Di salahsatu kelas, seorang anak yang jarang sekali terlihat main bareng, bercanda, atau lari-larian dengan teman lainya.  Sesekali ia hanya tersenyum ketika melihat temannya yang sedang asyik main. “Boleh ikut main lho kak…” kata guru yang pada saat itu berada di dekatnya. Anak itu hanya diam tidak menjawab. Begitu juga di kelas, ia jarang sekali bicara, hanya sesekali menjawab jika bu guru bertanya kepadanya, itupun dengan suara yang pelan dan seperti ragu-ragu.

    Dalam waktu satu semester tidak banyak perubahan yang terlihat pada anak ini, namun  ibu guru tidak putus asa mencari tahu mengapa anak itu selalu diam jarang sekali bicara dan tidak mau main bareng dengan teman lainnya. Wajar seperti layaknya anak-anak yang lainnya

    Ibu guru selalu berusaha mencari cara bagaimana agar anak ini bisa seperti anak lainnya, yang bisa main bersama, bercanda, tertawa dan sebagainya. Ya kita tadak bisa pungkiri bahwa memang setiap anak itu berbeda, mereka mempunyai karakter yang berbeda satu anak dengan anak lainnya. Tapi bukan berarti kita sebagai guru hanya diam ketika melihat anak kita selalu diam, tidak mau berinteraksi seperi tean-temannya yang lain. Karena jika di biarkan maka akan berpegaruh terhadap kemampuan belajarnya bahkan dalam kehidupan sosialnya.

    Dari kisah ini, kami ingin sekali berbagi tips cara-cara bagaimana megatasi masalah anak pasif dan pendiam yang sulit bergaul

    Beberapa cara yang di gunakan agar anak yang pendiam mau   dan bersosialisasi dengan baik dengan anak-anak lainnya diantaranya yaitu :

    1. Mencarikan teman yang aktif

    Di kelas para guru sering mengatur posisi tempat duduk anak. Anak yang pendiam duduk di antara anak yang banyak bicaranya. Atau pada saat main berdampingan atau kelompok, anak yang pendiam digabungkan dengan anak yang aktif agar bisa memotifasi anak yang pendiam.

    2. Sering-sering mengajak anak bicara santai (ngobrol santai)

    Di sela-sela waktu kita harus aktif mengajak anak bicara. Bicara tentang apa saja. Meskipu anak tidak menjawab, terusalah berusaha. Bertanya tentang kagiatan di rumah, tentang keluarga, makanan kesukaan dan sebagainya.

    Mungkin awalnya cara ini tidak berhasil. Tapi kita harus melakukanya lagi dan lagi. Mencoba lagi dan lagi. Jika terlihat anak mulai mau tersenyum saat kita ajak bicara, maka itulah awal keberhasilan kita. Artinya anak itu mulai nyaman. Berhentilah berbicara sebelum anak bosan. Cobalah ajak bicara lagi di lain waktu mungkin dengan topik yang berbeda pula.

    3. Selalu memberi motivasi

    “Wah ternyata kamu bisa ya…..” , “boleh di coba lagi lho…..”. kalimat ini adalah salah satu  cara untuk memotifasi anak yang pendiam atau pasif dalam kegiatan di kelas agar mau melakukan atau mengerjakan tugas yang diberikan. Lakukan hal ini di setiap anak selesai melakukan tugas. Baik yang mudah sekalipun.

    Teruslah memberikan motifasi dengan kata-kata dan kalimat positif lalu Minta anak untuk mencoba lagi dan berikan pujian setelah anak menyelesaikan tugas yang kita berikan.

    4. Memberikan hadiah

    Tidak ada salahnya jika kita sesekali memberikan hadiah kepada anak setelah anak berhasil melakukan apa yang yang kita perintahkan. Hadiah yang kita tidak harus hadiah yang mahal. Sebuah kalimat pujian juga bisa memotifasi anak. Memberikan hadiah sebaiknya tidak terlalu sering. Karena jika kita selalu memberikan hadiah setiap setelah anak menyelesaikan sesuatu, Juga akan berdampak kurang baik bagi anak. Karena anak akan hanya mau menyelesaikan tugas jika mendapatkan hadiah, dan tidak mau mnyelesaikan tugas jika tidak ada hadiah.

    Sebaiknya kita tidak menjanjikan hadiah kepada anak sebelum anak menyelesaikan tugas. Berikan hadiah setelah anak menyelesaikan tugas tanpa menjanjikan sebelumnya.

    5. Orang tua boleh sering mengajak anak main di tempat umum atau rumah saudara

    Mengajak anak bermain di tempat umum, seperti ke taman kota, berkunjung ke rumah saudara, tetangga atau teman sekolah, adalah salah satu cara  agar anak terbiasa dengan tempat baru, teman baru dan lingkungan baru yang pasti berbeda dengan lingkungan di rumah. Di tempat baru, anak akan banyak belajar. Belajar bagaimana berinteraksi dan beradaptasi dengan teman dan tempat baru. Jika anak sudah tebiasa dengan tempat dan teman baru mulai sejak kecil, maka akan menjadi anak yang lebih mudah beradaptasi di mana saja. Tidak butuh waktu yang lama untuk anak dalam mencari teman baru.

    6. Sering mengajak anak melakukan kegiatan fisik

    Melakukan kegiatan fisik bersama anak, selain bisa menstimulasi motoriknya, juga bisa membuat anak lebih percaya diri. Jika anak menjadi pendiam karena kurang percaya diri, cara ini bisa kita lakukan. kita bisa melakukan kegiatan fisik baik di rumah atau di tempat umum. Seperti di taman atau tempat umum lainnya. Beberapa kegiatan fisik yang bisa kita coba di antaranya yaitu, bermain sepeda, bermain bola, atau permainan lain yang membutuhkan tim untuk melakukannya. Yang pasti kegiatan tidak di lakukan hanya sendiri atau berdua saja, karena akan lebih baik jika dilakukan bersama-sama dengan teman sebaya, teman sekolah, saudara atau tetangga.

    Banyak faktor mengapa anak sulit beradaptasi di lingkungan baru. Di antaranya adalah karena memang sejak kecil, orang tua jarang mengajak anak berkunjung ke rumah tetangga, teman, atau saudara. Biasanya orang tua tidak menyadari bahwa dari hal kecil sperti ini akan mempengaruhi kemampuan anak dalam beradaptasi di lingkungan baru yang nantinya akan berpengaruh saat anak mulai masuk sekolah pertamanya. Dan tentunya akan mempengaruhi perkembangan anak dalam belajar bukan hanya dalam bersosialisasi. Orang tua terkadang baru bisa menyadari anaknya mengalami kesulitan dalam beradaptasi setelah anak mulai sekolah pertamanya.

    Sumber : https://goresangurusemai.wordpress.com/2013/08/23/mengatasi-anak-pasif-pendiam-dan-sulit-bergaul/

    Post Tagged with , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *