Yulia Dwi Indriani

Luruskan dan teguhkan niat, maksimalkan ikhtiar, dan sempurnakan tawakal

Antisipasi Low Back Pain dalam Dunia Kerja di IPB University

Hasil analis Medical Checkup tahun 2018 terhadap seluruh pegawai IPB menunjukkan bahwa keluhan terbesar yang dialami adalah nyeri pinggang atau dalam istilah kedokteran disebut Low Back Pain (LBP). Direktorat Sumberdaya Manusia (Dit SDM) IPB University bekerjasama dengan PT Asuransi Takaful Keluarga menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk “tetap sehat dan bugar di usia lanjut” dengan tema ‘Antisipasi Low Back Pain (Nyeri Pinggang)’ bertempat di RS Senat Gedung Rektorat lantai enam (15/8).

Narasumber dalam seminar ini menghadirkan dr. Yenni, Sp.KFR yaitu seorang spesialis kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Rumah Sakit Vania salah satu provider dari PT Asuransi Takaful. Menurut dr Yenni beberapa faktor resiko LBP terjadi pada beberapa kondisi yaitu sering angkat berat, pekerjaan menarik atau mendorong benda berat, sering duduk dalam waktu lama, menggunakan sepatu dengan hak  tinggi, postur tubuh yang  salah saat duduk, berdiri dan tidur. Selain itu LBP beresiko pula pada orang gemuk, orang tua dan faktor stress. Beberapa penyebab terjadinya LBP yaitu adanya proses penuaan, terjadi peradangan & infeksi, metabolik, keganasan, trauma, kejiwaan, postural dan mekanik. Keluhan penderita LBP adalah nyeri pada daerah punggung dan  pinggang, lipatan paha dan menjalar sampai tungkai-kaki. Keluhan lain yaitu kram pada tungkai- kaki  dan kelemahan pada tungkai-kaki. “Untuk mencegah LBP ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu lakukan proteksi punggung bawah, harus selalu diingat punggung bawah kita berada dalam keadaan selalu lurus. Jangan berada pada posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama. Hindari stress/ kecemasan berlebihan dan kelelahan. Bila sudah mengalami nyeri punggung bawah , datang ke dokter SpKFR untuk melakukan pemeriksaan. Perbaiki nutrisi, hindari berat badan yang berlebihan. Jangan melakukan olah raga yang berat terutama bagi lansia pilih olahraga yang tidak membutuhkan gerakan berlebihan seperti aerobic. Dan tidur di kasur yang padat” ujarnya.

Faktor ergonomis juga berpengaruh terhadap resiko LBP mengingat kebanyakan pegawai bekerja dibelakang meja dan menghadapi komputer. Tips posisi duduk yang baik menurut dr Yenni adalah kepala tidak menunduk, posisi bahu yang santai, posisi punggung yang tertopang, pandangan sejajar dengan komputer, tangan sejajar lengan bawah, gunakan bantalan yang lunak untuk menopang paha bagian bawah, kaki pada bantalan kaki, atur posisi benda dalam jangkauan, dan tinggi monitor sejajar dengan pandangan dan lengan.

Jika terjadi kondisi akut yang harus dilakukan adalah perbanyak istirahat, kompres es, korset,  exercise lebih baik berenang, dan modalitas. Modalitas dapat menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Microwave Diathermy, Infra Red atau Ultrasound Diathermy. Ramalan tentang peristiwa yang akan terjadi, khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi (Prognosis) LBP akut cukup baik, yaitu 60% penderita LBP akut biasanya kembali ke fungsinya semula dalam 1 bulan dan LBP sub akut 90% penderita kembali ke fungsinya dalam 3 bulan, sedangkan penderita LBP kronik sedikit kemungkinan untuk membaik. Untuk mencegah LBP dr Yenni berpesan “agar selalu memperhatikan postur tubuh yang benar, meningkatkan kekuatan dan ketahanan tubuh dapat mencegah terjadinya LBP dan mencegah trauma lebih lanjut. Dan lakukan proteksi pinggang dalam kegiatan atau pekerjaan sehari-hari” tegasnya.

Direktur SDM IPB University, Dr.Ir. Titik Sumarti M.C., M.S. menyampaikan bahwa profil pekerja di IPB yang lebih banyak bekerja di belakang meja dan pekerjaan fisik lainnya membutuhkan keseimbangan agar terhindar dari LBP. “Kegiatan ini merupakan inisiasi proses penyadaran tidak hanya bagi lansia, namun juga tindakan pencegahan lebih awal supaya kita bisa mengantisipasi agar kita bisa bekerja lebih sehat” ujarnya. (YDI)

Keyword : Low Back Pain, LBP, Antisipasi, Nyeri Pinggang, Pegawai IPB University

Andamaru Jayantara IPB University Angkatan 56 Dibekali Ilmu Bela Negara oleh TNI dan POLRI

Masih dalam rangkaian kegiatan Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB University, kali ini diselenggarakan TalkShow bertajuk Bela Negara dengan menghadirkan TNI dan POLRI yang bertempat di Grha Widya Wisuda (GWW), Kampus Dramaga Bogor (8/8). Danjen Akademik, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Madya Aan Kurnia, Ssos dalam talkshow yang dipandu oleh Presma IPB Tahun 2017 Panji Laksono membahas tentang Nasionalisme dan Generasi Muda. Beliau menyatakan bahwa belajar di IPB juga merupakan wujud bela negara, “karena bela negara tidak hanya dilakukan oleh teman-teman kalian yang belajar di TNI POLRI, tapi kalian dengan disiplin dan belajar yang baik itu juga salah satu bela negara” ujarnya.  Kekayaan alam hayati dan mineral di Indonesia yang berada pada posisi ring of fire dan berbagai ancaman terhadap Indonesia menjadi salah satu topik yang dibahas. Globalisasi dan modernisasi telah menyebabkan kulturisasi yang berkembang saat ini menjadi ancaman dan merusak budaya Indonesia yang sudah hebat.  “kalian sebagai intelektual harus bisa menjadi teladan dan contoh yang baik di lingkungan masing-masing, kalian harus beda dengan saudara-saudara kalian yang tidak mendapat kesempatan kuliah di IPB ini” ujarnya. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa IPB yang berjumlah sekitar 4000 orang ini untuk mengembalikan kejayaan Indonesia “kita kembalikan lagi Indonesia menjadi negara yang ramah, yang mampu mempertahankan budaya bangsanya. Menghormati orang tua dan senior kalian. Kalian angkatan 56 harus mampu menjadi contoh dan pelopor dan mampu menularkan kebaikan. Indonesia adalah rumah dan masa depan kalian, jadilah generasi yang terdepan” tegasnya.

Talkshow selanjutnya disampaikan oleh Kabaintelkam Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Komjen Pol. Drs. Agung Budi Maryanto, MSi yang menyampaikan tentang Merawat Kebhinekaan Dalam Rangka Bela Negara. “IPB merupakan salah satu kampus yang paling maju di Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjaga agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia” ujarnya.  Beliau berpesan agar Mahasiswa IPB harus mampu mengelola agar tidak terjadi konflik diantara sesama, jangan perbesar perbedaannya melainkan angkat persamaannya, “wah dasar orang pertanian, dasar orang teknologi, jangan seperti itu, tapi hei kita sama-sama adalah IPB, itu sebagai contoh” ujarnya. Dalam kesempatan ini beliau membagikan 5 flash card yang masing-masing berisi nominal satu juta rupiah yang diberikan kepada mahasiswa baru yang mampu menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan yaitu tanggal lahir IPB, Moto IPB terbaru, dan jumlah fakultas di IPB. Beliau berpesan agar mahasiswa IPB dapat menjaga persatuan dan tidak mudah menshare informasi yang belum diketahui kebenarannya. “Jika kita tidak bisa bersatu, bangsa kita bisa menjadi seperti yang terjadi di negara-negara yang syarat konflik agama dan perpecahan” tegasnya. Beliau mengajak seluruh mahasiswa IPB University untuk bersama-sama merawat dan menjaga kebhinekaan dalam rangka bela negara dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI.

Disela-sela menunggu hadirnya narasumber acara diawali dengan perang jargon antar narendra (pemimpin kelopok jayantara) yang terdiri dari kelompok hijau aruma, kelompok merah megatorka, kelompok biru wastra, kelompok kuning artha, dan kelompok ungu baylimu jayantara. Penamaan Andamaru Jayantara untuk mahasiswa baru angkatan 56 ini memiliki arti filosofis yaitu Andamaru berasal dari kata “Andamar” yang berarti pelita dan “Ru” yang berarti orang yang membawa terang, sedangkan “Jayantara” merupakan singkatan dari “Kejayaan Pertanian Nusantara”. Nama “Andamaru Jayantara” diberikan kepada Angkatan 56 IPB dengan harapan dapat membawa perubahan pada kondisi pertanian Indonesia saat ini, seperti halnya pelita yang menerangi kegelapan sehingga dapat menjadikan pertanian Indonesia mencapai masa kejayaan. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Pertanian Indonesia. (YDI)

Keyword: Masa Pengenalan Mahasiswa Baru, MPKMB, Bela Negara, Andamaru Jayantara, Hidup Mahasiswa, Pertanian Indonesia Digjaya, Mahasiswa IPB Hebat

Dosen Sekolah Vokasi IPB University Terima Penghargaan Anugerah INOVASI Jawa Barat 2019 melalui Aplikasi mobile Madsaz

Medhanita Dewi Renanti, S.Kom, M.Kom seorang Dosen Sekolah Vokasi IPB University terinspirasi dari kehamilan anak pertamanya untuk mengembangkan aplikasi Madsaz yang dapat menerjemahkan tangis bayi usia 0-3 bulan versi Dunstan Baby Language. Aplikasi ini bisa menerjemahkan 5 jenis tangisan bayi yaitu bayi lapar, bayi lelah atau mengantuk, bayi ingin bersendawa, bayi masuk angin atau perut kembung dan bayi yang tidak nyaman (karena popok basah, udara terlalu panas atau dingin atau hal lain). Tangisan bayi tersebut bersifat universal/sama, meskipun berbeda negara, suku bangsa, dan bahasa.

Dunstan Baby Language merupakan bahasa bayi yang diklasifikasikan oleh Priscilla Dunstan, musisi asal Australia yang mempunyai bakat mengingat semua jenis suara atau yang dikenal dengan sound photograph.  Delapan tahun Priscilla meneliti dari tahun 1998  dan mengumpulkan bayi-bayi dari berbagai negara, suku bangsa,  dan bahasa. Priscilla menemukan suatu bahasa yang sama yang digunakan bayi-bayi tersebut untuk berkomunikasi yang disebut Dunstan Baby Language (DBL).  Klasifikasi DBL antara lain, tangis bayi: “neh” yang berarti lapar, “owh” berarti lelah yang mengindikasikan bayi mulai mengantuk, “eh” berarti ingin sendawa, “eairh” berarti masuk angin (perut kembung), “heh” berarti bayi merasa tidak nyaman (bisa karena popoknya basah, udara terlalu panas atau dingin, atau hal lainnya).

Aplikasi yang dikembangkan Medhanita diujikan pula pada anaknya “Jadi ketika anak saya menangis, saya coba identifikasi kira-kira jika nangisnya seperti ini, bayi ini gini ga ya (sesuai ilmu yang saya dapatkan seminar waktu itu).  Ketika saya sudah belajar DBL, saya merasa lebih pede saja ketika bayi saya menangis, minimal sudah punya dugaan awal mengapa bayi saya menangis. Saya punya tindakan yang tepat ketika bayi saya menangis waktu itu. Awal masuk kuliah saya sudah berdiskusi dengan salah satu dosen S2 Bapak Prof Agus Buono yang pada akhirnya beliau menjadi dosen pembimbing pertama saya untuk tesis. Di awal semester saya sudah mulai mengambil data-data tangis bayi. Sekitar bulan April Tahun 2013, Alhamdulillah software penerjemah tangis versi dekstop berhasil dibuat dengan akurasi 94% (belum android). Waktu itu saya menggunakan 140 tangis bayi sebagai data latih dan 35 tangis bayi sebagai data uji. Setelah saya menyeminarkan aplikasi saya tersebut ternyata banyak teman-teman, saudara-saudara, para mahasiswa, masyarakat yang tertarik terhadap penelitian saya dan meminta supaya cepat dibuatkan versi androidnya. Waktu itu pengujian software dilakukan kepada bayi-bayi saudara-saudara dan teman-teman” ujarnya.  Penemuannya ini banyak mendapat respon postif dari berbagai pihak dan hal ini mendorongnya untuk mengembangkannya dalam versi android di tahun 2014. Setelah melalui berbagai penyempurnaan pada tanggal 2 November 2018 aplikasi tersebut launching perdana di playstore dengan nama Madsaz. “Nama Madsaz diambil dari nama saya, suami, dan anak saya” tambah Dosen yang mengajar Sistem Informasi di Sekolah Vokasi IPB University ini.

Aplikasi Madsaz merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang mampu menerjemahkan tangisan bayi usia 0-3 bulan (bersifat universal walaupun berbeda negara, suku bangsa, dan bahasa) dengan tingkat akurasi hingga 94%. Sedangkan untuk bayi berusia 4 bulan ke atas akan berbeda-beda, tergantung pada lingkungan dan kebudayaan masing-masing. Aplikasi ini GRATIS, bisa diunduh di playstore. Manfaat yang diperoleh adalah: para orang tua yang baru mempunyai anak dapat dengan cepat dan mudah mengetahui arti tangisan bayinya. Hal ini membuat orang tua merasa lebih percaya diri dalam mengasuh bayinya sehingga tingkat stres mereka berkurang signifikan. Di sisi lain, bayi cepat tenang karena orang tua dapat mengambil tindakan yang tepat berdasarkan arti tangisan bayinya. Aplikasi ini tersedia dalam dua bahasa, Indonesia dan English. Cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah yaitu dengan menekan tulisan ”REKAM” (IN) atau “RECORD”(EN) ketika bayi menangis. Output/arti tangis bayi akan ditampilkan di layar HP dalam waktu kurang lebih 20 detik setelah proses perekaman (button berwarna pink untuk klasifikasi output yang dihasilkan). Selain menampilkan arti tangis bayi, aplikasi ini akan menampilkan solusi yang dapat dilakukan oleh orang dewasa kepada bayi sesuai dengan klasifikasi tangisannya. Dan sampai saat ini pengunduh sudah mencapai 33.960 dari 109 negara.

Anugerah INOVASI Jawa Barat diraihnya setelah aplikasi mempunyai rating 4,41 dan diunduh oleh berbagai pengguna. Tahap awal pengumpulkan dokumen dilakukan pada 20 Mei 2019. Dari 96 peserta hanya diambil 11 kandidat yang dipilih dan salah satunya adalah Madsaz. Selanjutnya persentasi di lakukan pada tanggal 29 Juni 2019 dan pemenang diumumkan pada tanggal 1 Agustus. Madsaz meraih pemenang anugerah inovasi (pemenang bersama diambil 3 orang, jadi bukan juara 1,2,3).

Kedepan Medhanita berharap aplikasi ini akan dikembangkan dalam 6 bahasa (saat ini baru 2 ada bahasa Indonesia dan Inggris), memperbaiki akurasi dengan menggunakan metode yang berbeda, membuat device, dan mengombinasikan image dan voice recognition. “Nilai strategis dari aplikasi yang saya kembangkan ini adalah masyarakat akan lebih mengenal inovasi IPB University lebih jauh tentang perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam pengembangan ilmu pertanian dalam arti luas menghadapi revolusi industri 4.0” tegasnya. (YDI)

 

Keyword :
Aplikasi Android, Madsaz, Identifikasi Tangis Bayi, Kecerdasan Buatan, Dosen IPB University, Sekolah Vokasi

 

 

 

Kontribusi IPB University dalam Pembangunan Kota Bogor sebagai Kota Keluarga

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB Univeristy menggelar Seminar Internasional bertema The 2nd International Seminar on Family and Consumer Issues in Asia Pacific (ISFCI) pada tanggal 5-6 Agustus 2019 bertempat di Ruang Kuliah Gedung C Sekolah Bisnis (SB), IPB University.

Acara yang dihadiri oleh peserta dari Indonesia, Malaysia, Korea dan Jepang ini dibuka oleh Walikota Bogor, Bima Arya. Dalam sambutannya Walikota Bogor sangat  bangga dengan prestasi yang dicapai IPB University saat ini dan sangat mendukung acara yang akan melahirkan kontribusi dalam pembangunan ketahanan keluarga. “Kota Bogor saat ini sedang mengembangkan Program Sekolah Ibu yang merupakan kerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia dibawah pimpinan Prof. Ujang Sumarwan beserta timnya. Dimana program ini mengumpulkan ribuan ibu-ibu di Bogor dengan tujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Sekolah Ibu dibuat untuk menyelamatkan keluarga dari permasalahan sekaligus meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga dan mendidik putra-putri mereka and dealing with her husband too. Berbicara tentang keluarga tidak hanya membahas infrastruktur melainkan ada faktor lain yang harus diperhatikan yaitu aspek spikologis keluarga” ujarnya. Beliau mengatakan bahwa Sekolah Ibu merupakan langkah awal mewujudkan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga dan Kota Ramah Anak. Di penghujung sambutannya Bima Arya mengundang seluruh peserta dan narasumber untuk menikmati fasilitas yang tersedia di Bogor, termasuk wisata kulinernya seperti soto bogor, roti unyil, asinan, toge bogor, dan jajanan khas Bogor lainnya. Penyuka olahraga lari ini pun mengundang peserta untuk lari bersama di lapangan sempur dan Kebun Raya Bogor.

Narasumber yang dihadirkan dalam seminar nasional ini adalah para pengajar dan praktisi ilmu keluarga dan konsumen dari beberapa negara. Yasuyuki Takahashi dari University of Niigata Prefecture, Jepang membahas tentang Challenging Child Issues in Japan dan Dr Youjeong Park dari Seoul National University membahas tentang Challenging Child Issues in South Korea. Sesi ini dimoderatori oleh Dr Dwi Hastuti dosen Departemen IKK FEMA IPB University. Pada sesi berikutnya pembicara dari University Putra Malaysia Profesor Tengku Aizan dan Dr Jaerim Lee dari Seoul National University membahas tentang Challenging Familiy Issues in Malaysia dan South Korea. Sesi ini dimoderatori oleh Dr Muslihah dari University Putra Malaysia (UPM). Sesi terakhir menghadirkan Dekan FEMA IPB University Prof Ujang Sumarwan dan Prof John Brady, T. PhD dari Seoul National University membahas tentang Challenging Consumer Issues in Indonesia dan Global.

Dekan FEMA, Prof. Ujang Sumarwan dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun para pakar bidang studi keluarga, perkembangan anak, dan konsumen. Diharapkan muncul pemikiran-pemikiran bagaimana membantu keluarga dan anggota keluarga untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul di era digital. Sering kali keluarga tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Bantuan dari berbagai pihak dan salah satunya adalah dari para pakar sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan permasalahan dalam keluarga.

Kiprah IPB University dalam mendukung kota Bogor sebagai Kota Keluarga menjadi salah satu program yang dilakukan oleh FEMA melalui dialog-dialog keilmuan dengan Pemerintah Kota Bogor. “Bogor ini menjadi salah satu kota yang sangat responsif untuk pembangunan keluarga dalam visinya. Saya fikir ini unik, kemungkinan Bogor ini satu-satunya kota di Indonesia yang secara tegas menempatkan keluarga dalam visinya. Dalam berbagai aspek semua pembangunan dilihat dari sudut kacamata keluarga” tambahnya. (YDI)

Dua Dosen Fakultas Kehutanan IPB University Terima Penghargaan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019

 

Guru Besar Perlindungan Hutan, Prof. Dr. Bambang Hero Saharjo, M.Agr dan Dr Ir Basuki Wasis, dari Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB University mendapatkan penghargaan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rasio Ridho Sani saat acara Penegakan Hukum (Gakkum) Festival 2019 di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta (25/7). Penghargaan ini diberikan karena jasa, pengabdian, dedikasi dan dukungannya dalam upaya penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.

Kiprah Prof Bambang dalam penegakan hukum lingkungan hidup sudah dimulai sejak tahun 2000 dan bergulir hingga kini. Paling tidak sudah 20 tahun Prof Bambang aktif di bidang yang digelutinya.

Prof Bambang selalu mampu mengungkapkan fakta lapangan dengan menggunakan informasi dan teknologi terkini yang tersedia. Seluruh informasi yang dihasilkan melalui data satelit dan fakta lapangan yang didapatkan tersebut menjadi bukti di persidangan yang dikenal dengan istilah bukti ilmiah atau scientific evidence.

“Bukti ilmiah menjadi salah satu syarat penting dalam mengungkap terjadinya kerusakan lingkungan yang terjadi seperti yang tertuang dalam Keputusan Ketua Mahkamah Agung No. 36 tahun 2013 tentang pemberlakuan pedoman penanganan perkara lingkungan hidup. Sejak tahun 2000 hingga tahun 2019 ini, paling tidak saya sudah ikut terlibat dalam penanganan perkara lingkungan sekitar 500 kasus, baik yang ditangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) saat itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bareskrim Mabes Polri, Polda, dan Polres serta Polsek, khususnya di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Kehadiran saya dalam upaya penegakan hukum lingkungan tersebut tentu saja melalui kepakaran yang saya miliki. Total budget yang dihasilkan dari kerugian lingkungan dan pemulihan atas perusakan lingkungan yang dilakukan oleh korporasi hampir 20 triliun rupiah. Keputusan ini sudah berkekuatan hukum tetap dan mereka wajib membayarnya Khususnya untuk perkara perdata lingkungan hidup. Proses eksekusi terhadap putusan tersebut sedang berproses dan sebagian sudah dieksekusi,” ujarnya.

Ketika pengumuman penghargaan ini diturunkan oleh KLHK RI, Prof Bambang sedang berada di Johor Bahru untuk menghadiri International Conference tentang Land-Cover and Land-Use Change (LCLUC).  Menurutnya penghargaan yang diterima oleh dosen IPB University ini memiliki nilai strategis terhadap pencitraan IPB University sebagai perguruan tinggi negeri yang sangat diperhitungkan dengan kehadiran pakarnya. Ini juga upaya penyelamatan lingkungan hidup dan kehutanan dari ancaman bahaya kerusakan lingkungan hidup yang semakin menguat.

“Dengan berbagai modus operandi terkini dalam perusakan lingkungan hidup dan kehutanan, kehadiran ahli IPB University sangat diperlukan untuk menekan laju perusakan tersebut. Berhasilnya upaya penyelamatan lingkungan hidup dan kehutanan, pada akhirnya akan berujung pula pada performance Indonesia menjadi lebih baik dalam menciptakan lingkungan yang baik, apakah itu ke dalam negeri maupun keluar negeri. Harapan saya dengan adanya penghargaan tersebut adalah saya masih bisa berkiprah untuk memberikan hak konstitusi masyarakat terhadap lingkungan yang baik dan hidup yang  sehat. Selain itu melalui penghargaan tersebut juga merupakan bukti komitmen IPB University dalam ikut menciptakan lingkungan yang lebih baik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia dan itu diakui oleh kementerian yang paling bertanggungjawab terhadap lingkungan hidup dan kehutanan,” tambahnya.

Selain sebagai anggota Dewan Guru Besar (DGB), Prof Bambang Hero juga menempati berbagai posisi strategis antara lain sebagai Chair for Southeast Asia Wildland Fire Network-UNISDR, Executive Director Regional Fire Management Resource Center-Southeast Asia (RFMRC-SEA), dan Indonesian Co-Chair, IPB University-University Maryand-USA Peat Fire Research Project Funded by NASA.

Sementara itu, Dr Basuki Wasis menyampaikan hal senada tentang capaian penghargaan yang diterimanya. Menurutnya penghargaan ini akan lebih memotivasinya untuk konsisten dan lebih semangat dalam perjuangan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.

“Saya harap penghargaan ini juga dapat memotivasi para akademisi dan masyarakat dalam memperjuangkan lingkungan hidup dan kehutanan yang baik dan sehat. Ini momentum kebangkitan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia,” ujarnya.(YDI/dh/Zul)

Keyword: Prof Bambang Hero, Dr Basuki Wasis, Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penghargaan, Fakultas Kehutanan IPB University

Fortendik IPB University Persiapkan Kompetensi ASN Jabatan Fungsional di Era Industri 4.0

Mesin Perguruan Tinggi tidak dapat dipisahkan dari Tenaga Kependidikan karena perannya sebagai perangkat sentral di era ketidakpastian sekarang ini yang cepat, penuh kompleksitas, dan penuh abiguitas. Hal itu disampaikan Rektor IPB, Dr Arif Satria dalam pembukaan acara Workshop dan Seminar Nasional Jabatan Fungsional dengan tema “Strategi Peningkatan Profesionalisme dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Jabatan Fungsional di Era Industri 4.0” (25-26/7) bertempat di Gedung Auditorium Jannes Humuntal Hutasoit Fakultas Peternakan IPB University.

Arif Satria menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Fortendik IPB yang dihadiri oleh tendik di perguruan tinggi dan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia “ini adalah momentum yang sangat baik sekali dan upaya kita untuk mengubah mindset dan skill yang ada karena yang diperlukan dalam era ketidakpastian ini adalah mengubah mindset yang ada, secara pribadi kita sudah berubah namun perubahan tersebut belum tercermin dalam perubahan institusi. Perubahan Institusi meliputi perubahan aturan main, cara kerja dan segala sesuatunya berubah mengikuti arah perubahan diluar yang cepat dan berorientasi pada kecepatan dan masa depan. Saat ini kondisi kita adalah pada posisi stagnan, dimana inability to escape from the past and inability to face the future (ketidakmampuan keluar dari masa lalu dan ketidakmampuan menghadapi masa depan)”. Menurutnya IPB sudah mempersiapkan berbagai aplikasi online berbasis android untuk menghadapi perubahan di era industri saat ini hal ini menjadi basis bagi pimpinan untuk memutuskan pengambilan keputusan secara cepat dan real time berbasis data yang ada. “Proses transformasi governance di perguruan tiggi menurut saya adalah proses yang sangat-sangat penting karena dosen adalah mesin untuk pembelajaran, dan tendik sebagai mesin birokrasi dan organisasi, sehingga kelincahan menjadi sangat penting, mampu beradaptasi dan skill harus semakin meningkat” tambahnya.

Rektor IPB berharap di era baru ini seluruh pihak dapat melakukan kolaborasi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan masa depan. “Kita akan mampu bekerja dan mengendalikan teknologi di masa depan, pro kepada masa depan dan pro pada perubahan” pungkasnya.

Ketua Panitia Semhas sekaligus Ketua Fortendik IPB University, Sofyan, Ssi, MSi dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman arah kebijakan pimpinan instansi untuk peningkatan kualitas ASN pada jabatan fungsional. Memberikan gambaran tentang strategi pimpinan untuk peningkatan profesionalisme dan kompetensi ASN pada jabatan fungsional di era 4.0. Sebagai ajang bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam lingkup nasional. Memfasilitasi ASN pada jabatan fungsional untuk menyampaikan hasil penelitian atau karya inovasinya dalam bentuk karya tulis ilmiah untuk menunjang peningkatan karir ASN dalam bentuk prosiding.

Acara semhas ini diikuti oleh berbagai jenis jabatan fungsional. Keseluruhan peserta yang hadir sebanyak 372, meliputi 181 peserta internal IPB, 71 berasal dari instansi dan perguruan tinggi, dan berdasarkan jenis jabatan fungsional terdiri dari 115 Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), 108 Arsiparis, 29 Analis Kepegawaian, 41 Pustakawan, 6 Pranata Humas, Pranata Komputer, Nutrisionis, Widyaiswara, Pranata Kesehatan, dan Jabatan Fungsional Umum.

Acara yang digelar selama dua hari ini menghadirkan para narasumber eksternal pada sesi panel dan dimoderatori oleh Direktur SDM IPB University, Dr. Ir. Titik Sumarti, MC, MS. Sebagai pemateri pertama Direktur Karir dan Kompetensi SDM Ditjen Sumber Daya IPTEK DIKTI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, MPd, MA, menyatakan bahwa Kemristekdikti memiliki berbagai program yang dapat diikuti oleh tenaga kependidikan yaitu dalam bentuk beasiswa, publikasi, bimtek/diklat, magang, sertifikasi, NITK (Nomor Induk Tenaga Kependidikan), PAK (Penyusunan Angka Kredit) Online, Dana Riset dan Short Courses. Pada materi selanjutnya Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra Opong Sumiati, MSi, memaparkan program kerja yang akan segera dilaksanakan untuk tenaga kependidikan antara lain Diklat Fungsional dan Teknis dan Bimtek yang dapat diikuti oleh 5000 tenaga perpustakaan umum dan 4000 untuk pustakawan sekolah. Pada sesi selanjutnya pemateri yang dihadirkan adalah Sekretaris Utama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang sudah berkarir selama 23 tahun dibidangnya, menurutnya bahwa IPB termasuk beruntung karena tendiknya paling rajin menyelenggarakan acara seperti ini, selain itu menurutnya jabatan fungsional PLP dan Pustakawannya sudah berjalan dengan baik.

Sesi ini diakhiri dengan materi yang disampaikan oleh Direktur Jabatan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Aidu Tauhid, SE, MSi. Selanjutnya pada sesi siang dan pagi hari berikutnya, pada sesi paralel diisi oleh pemateri ilmiah dari berbagai jabatan fungsional yang hadir. Khusus untuk jabatan fungsional PLP pada sesi paralel dibagi menjadi tiga bidang yaitu Biologi, Kimia dan Fisika. Sofyan selaku ketua panitia menyatakan bahwa kesuksesan acara yang digelar ini karena adanya dukungan dari berbagai pihak “acara ini didukung oleh para pimpinan IPB University meliputi Rektor, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Direktur SDM, dan para sponsor meliputi PT Sinergi Mitra Analitika, Pamerindo Indonesia International Specialised Exhibitions, PT Garendra Lautan Utama, PT BPRS Bina Rahmah, Bank BJB Syariah, Bank BNI, dan pihak lain yang tidak dapat diucapkan satu-persatu. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan ini dan kami ucapkan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini” pungkasnya. (YDI)

Kunjungan Humas Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia ke IPB University

Citra IPB University sebagai Kampus Inovasi mendorong Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara (Humas Setneg) Republik Indonesia untuk berkunjung dan bertukar pikiran, pengalaman, dan program-program diseminasi informasi dengan IPB University pada Kamis (18/7) yang diterima oleh Kepala Biro Komunikasi IPB di ruang sidang rektorat Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga Bogor.

Dalam sambutannya Asisten Deputi Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara, Eddy Cahyono Sugiarto, Ssos, MSi, menyatakan bahwa IPB University dalam kiprahnya telah menunjukkan prestasi kongkrit dalam inovasinya di bidang pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan lain-lain. “Kerjasama dengan IPB dalam penggemukan kuda di Istana Cipanas merupakan salah satu kinerja IPB yang kami rasakan manfaatnya. Selain itu pemberian barcode pada tanaman hias di lingkungan istana untuk mengetahui kondisi kesehatan tanaman tersebut juga menjadi inovasi yang menarik dan bermanfaat bagi kami. Kementerian tertarik untuk menggali kerjasama dengan IPB sesuai fokus presiden pada salah satu pilar pengembangan SDM yang unggul menuju Indonesia Maju” ujarnya. Selain bertukar pikiran dan menggali lebih luas inovasi IPB yang dapat dikembangkan bersama, Eddy Cahyono juga didampingi tim Humas Setneg antara lain Faisal Fahmi, SH, MH selaku Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Doni Akbar, SIP selaku Kepala Subbidang Komunikasi Publik, dan tim Humas Setneg lainnya. Dalam pemaparannya disampaikan tentang program kerja kehumasan yang saat ini sedang dilakukan secara berkala ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain Binus University, Universitas Diponegoro, UNS, dan lainnya. Agenda program tersebut adalah mensosialisasikan Program Mantul 4.0 yaitu berupa enrichment program bagi mahasiswauntuk memberikan knowledge baru dan memperkaya wawasan menuju persaingan dunia kerja dalam bentuk kunjungan/studi tour ke Setneg/istana presiden untuk melihat lebih dekat kinerja pemerintah, bisnis proses perundangan, dan lain-lain. Program lain yaitu Internship yang saat ini sudah 9 angkatan (per angkatan 3 bulan diikuti mahasiswa tingkat akhir sebanyak 30-50 orang) untuk memperkaya wacana dan pengetahuan mahasiswa untuk bersaing di persaingan dunia yang semakin pesat. Kementerian Setneg saat ini sedang menggiatkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik, memudahkan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat yang saat ini ada 152 inovasi yang sudah dikembangkan. Diseminasi inovasi ini disebarkan bersama kepada masyarakat luas termasuk mahasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia maju yang dicita-citakan presiden 2020-2024.

Humas Sekretaiat Negara membawa cenderamata berupa buku kumpulan inovasi yang ditulis oleh Humas Setneg dan hal ini disambut baik oleh Kepala Biro Komunikasi Ir Yatri Indah Kusumastuti MS, “Kami sangat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan Humas Setneg ini dan berterima kasih atas kunjungan ini dan ingin mengetahui lebih jauh dan lebih banyak untuk bekerjasama dengan Humas Sekretariat Negara. Kami juga merasa senang sekali mendapat buku ini karena dari sini juga akan menjadi inspirasi bagi kami yang saat ini sedang mengembangkan inovasi-inovasi bagi kegiatan-kegiatan pertanian dalam arti luas untuk kemajuan bangsa dimasa yang akan datang” ujarnya.

Selain berdiskusi ditampilkan pula produk video dari GreenTV untuk mendiseminasikan inovasi dan keunggulan IPB melalui berbagai rubrik yang telah dirancang dalam green highligt, green fact, dan green expo melalui akun youtube channel GreenTV. Diseminasi informasi inovasi IPB University dalam bentuk video ini merupakan wujud komunikasi efektif yang telah dilakukan IPB University.

Tamu kunjungan diajak berkeliling ruang-ruang display inovasi IPB dan Student Service Center dan diakhir acara tamu kunjungan dibekali dengan berbagai produk inovasi IPB yang telah dikemas secara apik oleh Agribusiness Technology Park (ATP) dan Produk Serambi Botani. (YDI)

Perwalian Online Bagi Dosen dan Mahasiswa IPB University Kini Semakin Mudah

Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital IPB (DSITD) University kembali meluncurkan fitur baru dalam aplikasi IPB Mobile for Lecture dan IPB Mobile for Student. Fitur baru tersebut merupakan layanan perwalian yang merupakan interaksi antara mahasiswa dan dosen melalui satu aplikasi IPB Mobile. Fitur ini direlease pada 8 Juli 2019 untuk melayani pelaksanaan KRS Online mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2019/2020.

Direktur DSITD, Ir Julio Adisantoso, MKom menyatakan hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan KRS online mulai dari pengisian dan persetujuan formulir  perwalian (KRS sementara) untuk Dosen dan Mahasiswa. “Sesuai dengan perkembangan teknologi digital dan fleksibilitas dari sivitas akademika IPB, saat ini pengisian perwalian tidak harus membuka komputer atau laptop. IPB Mobile dapat membuat proses perwalian yang dapat dilakukan dimana saja tanpa harus terhambat oleh waktu dan tempat“ jelasnya.

Melalui fitur ini dosen pembimbing/wali akademik akan memberikan persetujuan terhadap matakuliah yang direncanakan pada semester berjalan dengan menggunakan IPB Mobile for Lecturer. Apabila dosen pembimbing tidak setuju dengan mata kuliah yang diajukan pada Formulir Perwalian, maka Dosen pembimbing akan memberikan komentar pada kolom yang telah disediakan untuk ditindaklanjuti oleh mahasiswa. Persetujuan perwalian merupakan syarat dibukanya KRS pada aplikasi akademik  di laman simak.ipb.ac.id. Namun yang perlu diperhatikan oleh para dosen adalah jika dalam waktu 3 hari dosen tidak memberikan respon untuk melakukan persetujuan perwalian, maka secara otomatis sistem yang akan melakukan persetujuan (mengijinkan pembukaan KRS Online mahasiswa). Saat ini form perwalian online diberlakukan hanya untuk mahasiswa Program Sarjana (Semester ≥ 3). Bagi mahasiswa yang belum mempunyai dosen pembimbing/wali  akademik, maka persetujuan dilakukan oleh Ketua Departemen. Beberapa hal-penting yang harus diperhatikan dalam melakukan perwalian online yaitu beban sks maksimum yang dapat diambil sesuai dengan IP semester sebelumnya yaitu maksimal 24 sks. Dapat dilakukan sepanjang kuota mata kuliah tersedia dan jadwal tidak bentrok. Daftar rencana mata kuliah pada form perwalian diharapkan sama dengan KRS, mata kuliah prasyarat bisa diambil pada perwalian ini, walaupun belum lulus atau nilai belum masuk, namun pada saat pengisian KRS jika mata kuliah prasyaratnya belum lulus akan otomatis terblokir oleh sistem.

Untuk memanfaatkan fitur ini Kepala Seksi Data dan Operasional DSITD, Pangudi Citraning Putra, SKomp, MKom menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa bagi sivitas akademik perlu memperbarui aplikasi IPB Mobile ke versi terbaru untuk dapat menggunakan fitur perwalian. “Untuk yang belum pernah menggunakan aplikasi dapat diunduh melalui Google PlayStore dan Apple AppStore kemudian install atau jika sudah pernah mengunduh maka pilih Update, kemudian login dengan akun IPB ID dan pilih menu Perwalian. Selanjutnya akan ditampilkan fitur untuk melakukan pemilihan matakuliah bagi mahasiswa dan bagi dosen dapat langsung menyetujui atau menolak pengajuan matakuliah oleh mahasiswa. Melalui fitur ini setiap dosen akan menerima notifikasi jika ada pengajuan perwalian dari mahasiswa, jadi tunggu apa lagi segera download dan update aplikasi IPB Mobile” pungkasnya. (YDI)

 

Kontribusi IPB University dalam Pembangunan Bogor sebagai Kota Keluarga

IPB Univeristy tidak hanya menargetkan kuantitas dalam publikasi ilmiah, namun juga berupaya mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah para dosen dan mahasiswa. “Saat ini IPB University akan menyeleksi jurnal-jurnal yang ditargetkan untuk Q1 dan Q2 artinya secara konten sudah sangat bagus akan diberikan layanan untuk Enago Academy” demikian disampaikan Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB University Dr. rer. agr. Eva Anggraini, SPi, MSi, dalam acara yang berjudul Author Workshop on Academic Writing and Publishing (1/7) bertempat di Gedung Andi Hakim Nasoetion (AHN), Rektorat IPB University.

Workshop ini diselenggarakan oleh IPB University bekerjasama dengan Enago Academy. Enago Academy sudah bekerjasama dengan IPB selama hampir 2 tahun untuk membantu publikasi ilmiah mulai dari editing makalah, formating, meningkatkan kualitas Bahasa Inggris yang digunakan dalam makalah, mengirimkan naskah ke reviewer dan memfasilitasi tanya jawab dengan reviewer, sampai kepada publikasi makalah ke jurnal internasional yang terindex database jurnal internasional di dunia seperti elsevier, thomson reuter, dll. Nicole Arya menjelaskan tentang Enago Promise “bahwa 100% artikel tidak akan ditolak hanya karena alasan format dan bahasa dan posisi Enago Academy sebagai eklusif partner IPB University akan memberikan harga khusus sesuai kesepakatan dengan IPB” jelasnya.

Workshop ini dihadiri sekitar 300 peserta mencakup dosen, mahasiswa, dan peneliti. Antusiasme peserta dalam acara ini sangat tinggi ditandai dari banyaknya pertanyaan dan apresiasi yang diajukan peserta. Narasumber yang dihadirkan dalam acara ini adalah Prof Michael Prieler, merupakan professor di Hallym University, Korea Selatan, sekaligus juga sebagai dewan editor di beberapa jurnal internasional yang terafiliasi dengan beberapa lembaga publikasi ternama.

Dengan aksen Jermannya beliau menjelaskan materi yang berjudul Introduction to Academic Publishing – Writing, Submission, and Successful Publication pada sesi satu dan How to boost your citation pada sesi 3. Struktur penulisan karya ilmiah pada dasarnya mengikuti format IMRAD dimana karya ilmiah terdiri dari Judul, Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Hasil, Diskusi, dan Bibliografi (Referensi). Judul harus ditampilkan secara spesifik dan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan penelitian. Abstrak harus dapat meyakinkan pembaca untuk tetap membaca artikel sampai tuntas dan memperkenalkan hal-hal penting dalam isi naskah. Pendahuluan juga dapat berupa miniatur artikel, ringkas dan terarah, tertulis tujuan penelitian dan apa bedanya artikel ini dengan artikel lain, serta dapat menjelaskan hasil dan proses penelitian serta dapet menjelaskan alasan dilakukannya penelitian, jika tidak maka editor tidak akan teretarik untuk mereview. Literatur Review terbagi menjadi bagian isi dan kesimpulan, harus dijelaskan secara deskriptif literasi yang dipilih beserta alasannya. Metode menjelaskan teori yang mendukung penelitian, detil koleksi data, protocol untuk mengkoleksi data, detil desain penelitian dan data samplenya jika da, metode komputasi yang digunakan untuk mengelola data dana metode untuk menganalisis data. Hasil/Result harus berisi outcome yang relevan dengan pertanyaan penelitian dalam pendahuluan, data digambarkan dalam grafik, gambar, dan tabel. Kesimpuland disajikan dalam bentuk gambar dan tabel dari data yang diolah, diberi penekanan pada hasil yang paling signifikan dan mendukung hipotesa dari kesimpulan penelitian. Pada bagian Diskusi tujuan penelitian ditegaskan lagi secara jelas dan logis, yangterpenting adalah dapat menunjukkan ide central penelitian. Ingatkan pembaca adanya keterbatasan penelitian, dan akan dikembangkan pada penelitian berikutnya. Kesimpulan harus berisi brief summary lingkup penelitian dari topik penelitian yang dipilih.

Sedangkan pada sesi tiga dijelaskan beberapa langkah strategis kekinian untuk meningkatkan sitasi bagi artikel ilmiah yang akan dipublikasikan yaitu melakukan diseminasi, diskusi, dan track progress. Tips mudah yang didukung teknologi saat ini yaitu dengan menggunakan jejaring sosial media, gunakan jejaring profesor (seperti LinkedIn), upayakan dibuat lebih mudah diakses dan bergabung dalam Open Researcher and Contributor ID (ORCID). ORCID adalah lembaga non-profit, organisasi berbasis masyarakat terbuka untuk menciptakan dan memelihara registri pengenal peneliti yang unik dan metode transparan dalam mengkaitkan kegiatan ilmiah. ORCID (http://orcid.org) mengatasi masalah yang dihadapi author yang sulit dikenali karena kebanyakan nama pribadi tidak unik, perbedaan budaya nama, singkatan dan sistem penulisan. Selain itu peneliti/penulis perlu menjaga konsistensi dalam penamaan dan penulisan nama dan email institusi untuk setiap karya ilmiah yang akan dipublikasikan.

Prof Michael Prieler menambahkan bahwa beberapa alasan artikel ilmiah diterima adalah originalitas ide penelitian, ditulis dengan baik sesuai format dengan menggunakan bahasa inggis dan grammer yang baik dan benar, memiliki manfaat yang sangat luas, dan menerapkan teori yang tepat dan diterapkan dalam penelitian. Sedangkan terjadinya penolakan pada publikasi ilmiah antara lain karena bahasa Inggris yang buruk, design penelitian tidak didukung dengan investigasi, pernyataan masalahnya tidak tepat, metode tidak dideskripsikan dengan baik, hasilnya terlalu berinterprestasi secara berlebihan, data statistik tidak lengkap, datanya membingungkan, kesimpulan tidak didukung oleh data, literasi yang digunakan tidak lengkap, tidak akurat dan bukan penelitian terkini. Prieler menganjurkan untu terus berusaha memperbaiki dan ikuti saran perbaikan dan komentar dari  reviewer. “jangan frustasi dan emosional kepada editor, butuh waktu untuk dibaca kembali dan lakukan perbaikan” tegasnya.

Eva Anggraini berharap menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya IPB University dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah para dosen dan mahasiswa IPB. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan mandat yang diberikan kepada DPIS-IPB yaitu untuk mendorong dosen dan mahasiswa IPB meningkatkan publikasi ilmiahnya. Disamping kegiatan ini, Dr. Eva menjelaskan bahwa DPIS-IPB juga menyelenggarakan program-program lain dalam bentuk capacity building, yaitu: 1) Klinik Publikasi, 2) Pelatihan Penulisan Publikasi Ilmiah (dilaksanakan rutin), dan 3) Kursus Daring. Dr. Eva berharap dosen dan mahasiswa IPB dapat memanfaatkan dengan baik setiap layanan yang disediakan DPIS-IPB. “Saat ini IPB memiliki klinik publikasi yang dapat memberikan support dan layanan untuk mahasiswa dan dosen dalam bentuk diberikan layanan untuk formating manuscript dan language editing jika memang qualified untuk di publikasikan dalam jurnal internasional di posisi Q1 dan Q2”. Klinik publikasi IPB dapat diakses di halaman http://klinikpublikasi.ipb.ac.id/. (YDI)

IPB Berikan Santunan 1.700 Anak Yatim dan Dhuafa

Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali memberikan santunan kepada 1.700 anak yatim dan dhuafa usia 6-13 tahun dari 17 Desa/Kelurahan Lingkar Kampus. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan di Masjid Al Hurriyyah Kampus IPB Dramaga Bogor,  Sabtu (25/5).

Rektor IPB, Dr. Arif Satria bersyukur tahun ini jumlah penerima santunan meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu IPB memberi santunan berupa uang dan bingkisan kepada 1.500 anak yatim dan dhuafa. Tahun ini tidak hanya jumlah yatim dan dhuafa yang bertambah namun jumlah santunan pun bertambah nilainya. “Sumber dana kegiatan santunan ini berasal dari infak warga IPB dengan total dana terkumpul hampir 590 juta rupiah,” ujarnya.

Selain sebagai sarana silaturahim dengan warga dari 17 desa/kelurahan binaan IPB, kegiatan ini juga merupakan salah satu implementasi program IPB Social Share untuk masyarakat yang kurang beruntung. Rektor IPB menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan kepedulian IPB untuk terus memberikan manfaat terhadap warga sekitar karena IPB adalah milik warga Bogor dan terlebih milik warga sekitar sebagai bagian dari bentuk komitmen yang besar. “Program ini tidak berhenti sampai disini, IPB akan mengembangkan program pendampingan rumah yatim piatu yang ada disekitar kampus ini” ujarnya. IPB tidak hanya melakukan sekedar kegiatan sosial tapi lebih jauh memiliki tujuan untuk memperkuat aspek kualitas manusianya dengan pola-pola pendidikan alternatif sehingga akan tumbuh sumberdaya manusia yang memiliki karakter dan softskill yang lebih baik. “IPB punya agriananda dan labschool pendidikan karakter, sehingga masyarakat sekitar kampus dapat merasakan pola-pola pendidikan alternatif yang ada di IPB” tambahnya.

Dalam acara ini IPB menghadirkan pendongeng anak-anak Ka Iki Yosan dan mahasiswa IPB yang menampilkan produk inovasi pangan dari bahan ulat hongkong yang diolah menjadi abon siap makan dengan berbagai varian tingkat kepedasan ‘MeFu’ (mealworm furikake) yang merupakan hasil penelitian mahasiswa IPB yang lolos sebagai juara dalam ajang kompetisi nasional bagi mahasiswa. Acara diakhiri dengan pemberian santunan anak yatim dan dhuafa oleh rektor dan seluruh jajaran pimpinan yang hadir. (YDI)

 

« Older posts

© 2019 Yulia Dwi Indriani

Theme by Anders NorenUp ↑